Merger Renault-Fiat Chrysler Batal, Prancis 'Salahkan' Nissan

Reuters, CNN Indonesia | Kamis, 06/06/2019 17:07 WIB
Merger Renault-Fiat Chrysler Batal, Prancis 'Salahkan' Nissan Menteri Keuangan Prancis, Bruno Le Maire. (Foto: REUTERS/Philippe Wojazer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire mengatakan pada Selasa (6/6) penyebab batalnya merger Renault dan Fiat Chrysler Automobiles (FCA) karena pemerintah Prancis gagal mendapatkan dukungan dari Nissan.

Prancis merupakan pemilik 15 persen saham Renault, sedangkan Renault mempunyai 43 persen saham Nissan. Renault telah menjalin aliansi dengan Nissan sejak 1999 kemudian diikuti anggota baru, Mitsubishi, pada 2017 setelah Nissan membeli 34 persen saham Mitsubishi.

"Kesepakatan telah dicapai pada tiga atau empat kondisi. Yang masih harus diperoleh adalah dukungan eksplisit dari Nissan," kata Le Maire setelah rapat kedua dewan direksi Renault tidak bisa menentukan pilihan atas proposal merger '50:50' dari Fiat Chrysler.


Dalam rapat itu Renault mengatakan 'tidak bisa mengambil keputusan karena permintaan dari representatif Prancis untuk menunda pemungutan suara ke pertemuan berikutnya'.

Setelah Renault menunda keputusan, Fiat Chrysler menyatakan dalam rilis resmi merger tidak bisa dilakukan terkait pemerintah Prancis.

"Telah menjadi jelas bahwa kondisi politik di Prancis tidak tersedia untuk kombinasi seperti ini diproses sampai berhasil," tulis Fiat Chrysler.

Prancis sebelumnya menyalakan 'lampu hijau' buat merger, namun mengajukan beberapa syarat. Syarat itu adalah, menghormati aliansi Renault dan Nissan, mempertahankan lapangan pekerjaan di Prancis, membentuk struktur manajemen yang seimbang antara Renault dan Fiat Chrysler, dan memastikan bahwa perusahaan baru mengembangkan baterai kendaraan listrik bersama Jerman.

Prancis telah berupaya membujuk Nissan mendukung merger, namun Nissan mengatakan bakal abstain dalam pemungutan suara di rapat dewan direksi.

[Gambas:Video CNN] (fea)