Dilansir dari Engadget, stasiun ini akan menjadi stasiun berukuran relatif kecil di mana para astronot hanya akan tinggal selama 15 hingga 20 hari. Akan tetapi, ukuran tersebut sudah cukup untuk melakukan eksperimen gravitasi mikro
Sivan mengatakan India tidak akan bergantung pada negara lain untuk mendapatkan bantuan. Rincian lebih lanjut diharapkan akan muncul setelah misi manusia pertama India di Bulan pada 2022. Saat ini fokus India berada pada misi pendaratan di Bulan yang akan diluncurkan pada 15 Juli mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ambisi ini juga menunjukkan bahwa India bermaksud mengejar banyak aspek penerbangan luar angkasa dengan negara maju lainnya.
Satelit citra seperti Cartosat dan RISAT memang memberikan citra yang bermanfaat. Akan tetapi, India masih harus menempuh jalan panjang sebelum dapat memiliki citra secara real-time atau kecerdasan buatan. Kedua teknologi berperan penting untuk menentukan dinamika perang modern. (jnp/eks)