"Sebanyak 14 persen peretas menyasar sektor pendidikan karena saat ini banyak penggunaan pembelajaran elektronik," kata Hendra kepada awak media di Bluegrass & Grill, Jakarta, Selasa (17/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misal ada lab komputer yang dipakai saat waktu jam sekolah aja, apabila 20 komputer itu bakal disusupi malware misal untuk dipakai cryptojacking dianggap sebagai sumber gratisan," tandasnya.
Dimension Data juga mencatat peningkatan sebesar 32 persen serangan web dari tahun 2018 hingga saat ini. Hendra menilai peretas masih gemar mencuri username atau nama pengguna dan kata sandi melalui surel phising.
"Serangan web ada peningkatan 32 persen, sebenarnya tidak cuma dari surel phising bisa juga lewat sms token atau token software. Misal Anda diharuskan memasukkan username email lalu peretas dapat mengubah username dan kata sandi itu," pungkasnya.
[Gambas:Video CNN] (din/evn)