Cara Tepat Ganti Oli Tanpa Disemprot Angin Kompresor

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Rabu, 19/06/2019 11:29 WIB
Cara Tepat Ganti Oli Tanpa Disemprot Angin Kompresor Ilustrasi pengurasan oli mesin. (Foto: Istockphoto/psisa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menyemprot angin kompresor ke dalam ruang mesin untuk menguras oli saat penggantian dianggap bukan hal tepat untuk dilakukan. Cara paling benar dan alami untuk menguras oli yakni dengan memanfaatkan gravitasi.

Angin pada umumnya dipakai buat mendorong sisa-sisa oli bekas yang tertinggal di ruang mesin. Praktek ini biasa dilakukan di bengkel-bengkel pinggir jalan yang ingin ganti oli dengan cepat, setelah disemprot oli baru bisa langsung dimasukkan, konsumen bayar, lantas pekerjaan selesai.

Cara tersebut memang efektif, namun diketahui berdampak negatif bagi mesin kendaraan.


Head Dealer Technical Support Toyota-Astra Motor (TAM) Didi Ahadi menjelaskan cara yang benar untuk menguras oli yaitu membiarkannya mengalir keluar hingga tetes terakhir setelah penutup lubang oli dibuka.

"Ganti oli yang benar saat pengurasan hanya dibiarkan. Dengan gaya gravitasi, oli akan turun sendiri," kata Didi melalui pesan singkat, Selasa (18/6).

Didi mengatakan cara itu digunakan di setiap bengkel resmi Toyota. Menurut dia, cara tersebut lebih tepat ketimbang menyemprotkan angin kompresor ke ruang mesin.

Angin kompresor dikatakan bisa menjadi akses air masuk ke ruang mesin. Air dan oli tidak pernah akur, keberadaannya di internal mesin jadi pengganggu.

Mengutip situs resmi Suzuki Indonesia, udara atau angin bertekanan tinggi yang disemprotkan ke dalam ruang mesin mungkin saja mengandung uap yang bisa berubah menjadi tetesan air pada suhu tertentu. Uap itu berasal dari tabung kompresor.

Jika air sudah masuk ke ruang mesin efeknya cukup banyak, mulai dari selip kopling sampai berisiko menyebabkan mesin jebol.

Tidak hanya uap, tekanan angin pada kompresor juga berisiko membebaskan kotoran yang sudah tersaring pada di saringan oli.

Rata-rata jenis kotoran di mesin berbentuk partikel yang ukurannya kecil. Jika terkena semprotan, kotoran itu justru bisa kembali lepas dan akhirnya menempel ke sela-sela komponen mesin.

Salah satu konsekuensi menguras oli pakai gravitasi yakni butuh waktu lebih lama. Namun, mengingat pentingnya menjaga ruang mesin tetap sehat untuk pemakaian awet kendaraan cara ini patut dipertimbangkan.

"Memang rada lama jika dengan gaya gravitasi," kata Didi. (ryh/fea)