Tips Otomotif

Gel Anti-Bocor Merusak Bagian Dalam Ban

ray, CNN Indonesia | Kamis, 27/06/2019 13:26 WIB
Gel Anti-Bocor Merusak Bagian Dalam Ban Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Cukup banyak pemilik mobil menyuntikkan cairan atau gel anti-bocor dalam ban tubeless mereka. Tujuannya untuk menambal secara otomatis saat ban tertancap benda tajam.

Technical Service & Development FDR Tire Jimmy Handoyo mengatakan gel anti-bocor bukan solusi ketika ban tertusuk benda tajam.

"Bagi kami produsen ban, cairan anti bocor tidak pernah ada yang merekomendasikannya sampai saat ini," kata Jimmy melalui pesan singkat, Kamis (27/6).


Dalam penggunaannya, gel dituangkan ke dalam ban melalui pentil. Gel tersebut diklaim sebagai zat yang bisa mempertahankan udara saat ban terkena ranjau paku.

Menurut Jimmy beberapa kasus yang pihaknya temui bahwa penggunaan gel justru merusak ban dan pelek mobil atau motor.

"Karena dari beberapa kasus, cairan tersebut dapat merusak bagian dalam ban sehingga mengurangi performa ban. Ada juga yang merusak pelek. Maka dari itu kami dari pabrikan menyerahkan kembali ke konsumen masing-masing dalam penggunaannya," ucap dia.

Dijelaskan Jimmy, kerusakan yang ditimbulkan akibat cairan anti-bocor bermacam-macam. Untuk pelek di beberapa kasus akan merusak lapisannya. Selain itu pelek berbagan metal juga bakal berkarat.

"Ada beberapa kejadian lapisan pelek menjadi cacat atau ada yang berkarat untuk bahan metal," kata dia.

Sedangkan kerusakan yang akan dialami ban akibat cairan, dikatakan Jimmy membuat bagian dalam ban menjadi terkelupas.

"Ada yang sampai terkelupas (bagian dalam ban). Kemungkinan besar dapat mempengaruhi performa ban," tegas Jimmy.

Oleh sebab itu Jimmy menyarankan pengguna ban tubeless sebaiknya tidak menggunakan cairan anti bocor. Ia menyebut ban tubeless yang tertancap benda tajam cukup mampu mengungkung udara untuk beberapa saat, dengan syarat benda tersebut tidak dicabut. (ryh/mik)