Peneliti di Pusat Penelitian Bioteknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ratih Asmana Ningrum menjelaskan sarin bisa menyebabkan peregangan otot, kontraksi saluran pencernaan, sesak napas, hingga penyempitan pupil mata.
"Gejala-gejala ini muncul dengan segera, tubuh akan kehilangan kontrol terhadap otot, kejang-kejang, dan meninggal seketika. Sarin adalah pembunuh terkutuk, 20 kali lebih kuat dibanding racun sianida," terang Ratih saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Selasa (2/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika cairan menguap menjadi gas, maka ia bisa menyebar ke lingkungan sekitar. Orang-orang bisa terpapar sarin melalui kontak kulit, mata, atau dengan menghirupnya melalui udara.
Bahan utama sarin adalah methyl phosphonyl difluoride. Sarin bisa menyebabkan kematian bagi orang yang sangat terpapar. Akan tetapi, apabila paparannya cenderung ringan, maka orang tersebut bisa pulih.
Apabila Anda berada di area yang terkontaminasi sarin, disarankan untuk menjauh. Jika kontaminasi terjadi di luar ruangan, pergilah ke area yang lebih tinggi.
Zat sarin pernah dipakai dalam serangan teror di kereta bawah tanah di Tokyo, Jepang pada 20 Maret 1995. Kejadian tersebut merenggut 12 korban jiwa yang dilaporkan meninggal di tempat dan satu orang korban tutup usia setelah dirawat selama 14 tahun.
Sarin diduga juga digunakan sebagai senjata kimia saat perang di Suriah.
[Gambas:Video CNN] (jnp/evn)