Mengenal Zat Sarin Pemicu Evakuasi di Kantor Facebook

CNN Indonesia | Selasa, 02/07/2019 15:07 WIB
Mengenal Zat Sarin Pemicu Evakuasi di Kantor Facebook Ilustrasi. (Foto: Unsplash/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Zat sarin menjadi senyawa yang membuat isi empat gedung di komplek perkantoran Facebook di Silicon Valley, AS dievakuasi. Zat sarin dikenal sebagai zat kimia yang bisa merusak kerja sistem saraf.

Peneliti di Pusat Penelitian Bioteknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ratih Asmana Ningrum menjelaskan sarin bisa menyebabkan peregangan otot, kontraksi saluran pencernaan, sesak napas, hingga penyempitan pupil mata.

"Gejala-gejala ini muncul dengan segera, tubuh akan kehilangan kontrol terhadap otot, kejang-kejang, dan meninggal seketika. Sarin adalah pembunuh terkutuk, 20 kali lebih kuat dibanding racun sianida," terang Ratih saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Selasa (2/7).


Mengutip CNN, sarin merupakan cairan jernih tak berwarna, tak berbau, dan tak berasa. Sarin dinyatakan sangat berbahaya karena bisa dengan mudah berubah dari cair ke gas.

Jika cairan menguap menjadi gas, maka ia bisa menyebar ke lingkungan sekitar. Orang-orang bisa terpapar sarin melalui kontak kulit, mata, atau dengan menghirupnya melalui udara.

Ratih menerangkan sarin lebih berbahaya daripada senjata api. Ratih menjelaskan senjata api tidak langsung akan menimbulkan kematian selama tidak mengenai organ vital.

Bahan utama sarin adalah methyl phosphonyl difluoride. Sarin bisa menyebabkan kematian bagi orang yang sangat terpapar. Akan tetapi, apabila paparannya cenderung ringan, maka orang tersebut bisa pulih.

"Dalam paparan gas sarin yang besar, waktu kematian korban bisa jadi cuma 15 menit dari detik pertama terpapar," ujar Ratih.

Apabila Anda berada di area yang terkontaminasi sarin, disarankan untuk menjauh. Jika kontaminasi terjadi di luar ruangan, pergilah ke area yang lebih tinggi.

Zat sarin pernah dipakai dalam serangan teror di kereta bawah tanah di Tokyo, Jepang pada 20 Maret 1995. Kejadian tersebut merenggut 12 korban jiwa yang dilaporkan meninggal di tempat dan satu orang korban tutup usia setelah dirawat selama 14 tahun.

Sarin diduga juga digunakan sebagai senjata kimia saat perang di Suriah.

[Gambas:Video CNN] (jnp/evn)