"Sebenernya itu [beasiswa untuk youtuber] menggeser arti beasiswa juga karena dulu kan beasiswa itu untuk anak-anak kurang mampu. Sekarang kalau buat youtuber, mereka punya fasilitas, ada internet, artinya anak-anak yang memang sudah ada modal," jelas Nisa
"Mungkin ada calon mahasiswa dari kelompok tertentu yang tidak kebagian [beasiswa] terutama dari anak-anak dari keluarga miskin misalnya buat mereka akses internet itu masih mewah, ya berarti makin susah untuk dapat beasiswa," lanjut dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbeda dengan Nisa, Abduhzen menilai pemberian beasiswa kepada Youtuber tidak memengaruhi nilai dasar dari beasiswa.
Ilustrasi (REUTERS/Beawiharta) |
Pengaruh beasiswa Youtuber
Selain itu, menyoal pengaruh yang ditimbulkan seperti perubahaan berpikir siswa untuk menjadi seorang youtuber, Abduhzen mengatakan kemungkinan akan ada pengaruh tetapi hanya sedikit.
Namun, jika pemerintah dan universitas tersebut menggaungkan program beasiswa untuk youtuber secara masif, pasti dampak yang ditimbulkan akan sangat besar.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, UPN Veteran Jakarta dan STKIP BBG Banda Aceh tengah membuka program beasiswa khsusus youtuber untuk jenjang pendidikan Strata 1 (S1).
Kedua universitas tersebut menilai program beasiswa itu sebagai bentuk apresiasi mereka kepada konten kreator demi memajukan industri kreatif khususnya di bidang teknologi digital. (din/eks)
Ilustrasi (REUTERS/Beawiharta)
Ilustrasi Youtuber(CNN Indonesia/Tri Wahyuni)