Hal itu ia sampaikan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Secure World Foundation untuk Keberlanjutan Luar Angkasa pada Minggu (30/6) di Amerika. Para pejabat pemerintahan dan industri pun mengungkapkan kekhawatiran jika hal serupa terjadi pada misi peluncuran satelit internet SpaceX selanjutnya.
"Bagaimana jika Anda meluncurkan 1.000 satelit, 5.000 satelit atau 12.000 satelit? Pasti sangat berbahaya," kata Desch dikutip Space News.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Program Keselamatan Luar Angkasa di Badan Antariksa Eropa, Holger Krag pun ikut bersuara. Dia mencatat bahwa banyak operator satelit tidak mematuhi pedoman pembuatan satelit internet.
"Ini tidak cukup [data terkait operator yang membuat satelit mereka dengan benar usai menjalankan misi di orbit Bumi]. Kita harus menjadi lebih baik."
Namun, di satu sisi, Desch memuji langkah SpaceX karena berhasil memenangkan persetujuan Komisi Komunikasi Federal untuk mengoperasikan sebagian besar konstelasi Starlink-nya di ketinggian 550 kilometer dibanding 1.150 kilometer seperti yang direncanakan sebelumnya.
Dilansir The Verge, SpaceX mengatakan bahwa tiga satelit tersebut akan terus mengorbit di Bumi untuk sementara waktu namun pada akhirnya akan ditarik ke Bumi dan ketiganya akan terbakar di atmosfer.
Menurut perusahaan yang dipimpin oleh miliarder asal AS Elon Musk itu, 57 satelit lainnya masih bekerja dengan sangat baik dan 45 persen diantaranya telah menaikkan ketinggian mereka dan telah mencapai orbit paling akhir yang diinginkan perusahaan yakni 550 kilometer.
[Gambas:Video CNN] (din/eks)