Respons Gaikindo saat Anies Tuding Kendaraan Penyebab Polusi

ray, CNN Indonesia | Kamis, 04/07/2019 08:30 WIB
Respons Gaikindo saat Anies Tuding Kendaraan Penyebab Polusi Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi menolak kendaraan pribadi disebut sebagai sumber polusi udara di DKI Jakarta.

Menurut Nangoi, penyebab polusi udara di Ibu Kota juga bisa berasal dari sepeda motor, hingga pembangkit listrik.

"Seolah naik mobil berdosa. Yang namanya polusi itu macam-macam. Pembangkit tenaga listrik saja polusinya gila-gilaan. Kemudian motor ada polusi, mobil polisi, pabrik juga ada polusi," kata Nangoi di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (2/7).


Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya menyampaikan polusi udara di wilayahnya tak bisa dihindari, sebab populasi kendaraan pribadi. Anies menyebutkan jumlah kendaraan bermotor di Jakarta mencapai 17 juta unit.

Nangoi mengelak bahwa kendaraan pribadi bukan penyebab polusi udara, pasalnya pabrikan otomotif terus berbenah dengan meningkatkan kemampuan setiap mobil agar tidak mengeluarkan emisi gas buang berlebih.

Sejak tahun lalu, APM mengikuti aturan Euro 4 untuk mobil bensin sesuai dengan regulasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Produsen, menurut Nangoi telah memproduksi kendaraan bensin dengan standar gas buang Euro 4 sejak Oktober 2018.

Namun masalahnya, dijelaskan Nangoi pemerintah tidak bisa menyiapkan bahan bakar yang setara dengan spesifikasi mesin Euro 4.

"Jadi jika pemerintah bilang sudah harus Euro 4, mobil yang dihasilkan pabrikan dan dijual semuanya sudah Euro 4," ungkap Nangoi.

"Permasalahannya apa semua bahan bakar sudah Euro 4? kami masih belum tau. Wallahualam. Tanya ke Pak Jonan (Menteri ESDM), apa semua bahan bakar itu sudah Euro 4," ucapnya.

Bahan bakar yang tersedia saat ini memang belum seluruhnya sesuai mesin Euro 4. Dari Pertamina, BBM yang diklaim cocok buat mobil Euro 4 cuma Pertamax Turbo dengan RON 98.

"Makanya ke pemerintah harus berikan bahan bakar lebih bersih. Tapi memang dampaknya ke harga, karena akan lebih mahal. Jadi Tanggapan Gaikindo kami dukung. Tapi ada dua hal yang terjadi, satu kendaraan yang secara teknologi Euro 4, dan bahan bakarnya harus sesuai," ucap Nangoi kemudian.

Di sisi lain, Nangoi menambahkan bahwa rasio kepemilikan kendaraan bermotor di Indonesia juga sebetulnya masih rendah, atau hanya 87 mobil per 1.000 orang. Sementara negara seperti Thailand bisa mencapai 240 mobil per 1.000 orang dan Malaysia 400 mobil per 1.000 orang. (ryh/mik)