Anomali pada roket pendukung disebut menjadi penyebab roket menyimpang dari jalurnya ketika diluncurkan.
"Sebuah anomali besar terjadi, yang mengakibatkan hilangnya misi. Atas nama Arianespace, saya ingin menyampaikan permintaan maaf saya yang terdalam kepada pelanggan kami atas hilangnya muatan mereka dan memberi tahu mereka betapa saya menyesal," kata Wakil Presiden Eksekutif Misi, Operasi, dan Pembelian Luce Fabreguettes.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Roket Vega yang diluncurkan untuk misi VV15 membawa satelit komunikasi dan pengamatan Bumi meluncur dari Pusat Antariksa Guyanadi Kouroue, Guyana, Prancis.
"Dari analisis data penerbangan pertama, kami akan mendapatkan informasi yang lebih tepat dalam waktu dekat dan kami akan berkomunikasi dengan semua orang secepatnya," jelasnya seperti dilansir Cnet.
Sejumlah pengamat penerbangan mengungkapkan bahwa pendorong roket Vega nampak tidak menyala pada tahap kedua.
Misi FalconEye1 rencananya akan menjadi misi satelit pertama yang digunakan untuk pemantauan tanaman hingga manajemen bencana. Bersama FalconEye2, satelit seberat 1.200 kilogram ini rencananya disiapkan untuk mencitrakan tanah dalam panjang gelombang optik beresolusi tinggi.
[Gambas:Video CNN] (din/evn)