Webtoon Institute, Wahana Baru Animator Indonesia-Korsel

din, CNN Indonesia | Jumat, 12/07/2019 05:23 WIB
Webtoon Institute, Wahana Baru Animator Indonesia-Korsel Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Astari Kusumawardhani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Studio animasi Show Enterprise Indonesia bersama perusahaan rintisan desain grafis asal Korea Selatan Kenaz Corporation akan mendirikan Webtoon Institute terkait dengan besarnya jumlah pembaca komik digital di Tanah Air.

CEO Show Enterprise Seung Hyun Oh mengatakan pihaknya akan mencari dan menyeleksi warga yang tertarik pada konten animasi untuk bergabung di Webtoon Institute.

"Kita ingin membuat Webtoon Institute, kita akan latih mereka sebagai kreator animasi bahkan penulis [penulis skrip Webtoon]. Lalu kita akan buat platform Webtoon untuk pasar di Indonesia dan juga Korea," kata Oh di Jakarta, Kamis (11/7).


Lebih lanjut, Oh menyebut Kenaz Corporation dilibatkan sebagai produser untuk memberikan pelatihan kepada pencipta konten yang bergabung di Webtoon Institute.


Mereka juga akan mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pelatihan khusus di kantor pusat Kenaz di Korea Selatan soal komik digital.

"Kreator Webtoon dari Indonesia nanti bisa dikirimkan ke Korea kemudian dilatih bersama [dengan produser animasi dari Kenza] supaya mereka bisa menjadi kreator yang lebih baik," jelas Oh.

Show Enterprise juga akan bekerjasama dengan perusahaan rintisan yang bergerak di coworking space atau ruang kerja bersama yakni Cohive 101 sebagai penyedia tempat untuk Webtoon Institute itu.

Rencananya, mereka akan memulai untuk mencari talenta di Indonesia yang memiliki minat di bidang konten animasi pada bulan Oktober 2019.

"Kami akan membuat Webtoon Institute bersama Cohive 101 dan satu lagi mitra, kami akan mulai pada bulan Oktober. Kami juga telah menyiapkan sejumlah perangkat komputer untuk para partisipan," tutur Oh.


Pada kesempatan yang sama, Korea Creative Content Agency (KOCCA) menyelenggarakan Indonesia-Korea Startup Demo Day 2019 di Hotel Sheraton Gandaria City, Jakarta, Kamis (11/7).

Acara ini diikuti oleh 11 perusahaan rintisan dari Indonesia dan 15 dari Korea Selatan. Selain itu, KOCCA menggandeng Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Indonesia dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). (asa)