Penambahan alat ini kata Rahmat kemungkinan besar akan dilakukan tahun ini setelah pihaknya mendapat kucuran anggaran tambahan dari pemerintah pusat. Namun Rahmat tak merinci berapa besar anggaran yang akan diperoleh lembaganya itu.
"Di tahun ini kemungkinan akan kita tambah dengan anggaran dari pemerintah tentunya. Itu kurang lebih 194 alat," kata Rahmat di Gedung BMKG, Jakarta Pusat, Selasa (17/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diakui Rahmat jumlah tersebut memang belum memenuhi kebutuhan untuk memproses informasi terkait gempa dengan cepat. Maka dengan penambahan sebanyak 194 alat ini diharapkan bisa mempermudah alur informasi jika gempa terjadi.
"Tentunya dengan tambahan yang signifikan akan mampu mempercepat lagi proses. Untuk saat ini, kami SOP untuk memberikan informasi atau peringatan tsunami memang lima menit, tapi kami juga mampu dalam waktu 3-4 menit," pungkasnya.
Lihat juga:BMKG Jelaskan Penyebab Gempa Bali |
Dalam kesempatan itu, Rahmat juga meminta warga khususnya wisatawan domestik dan mancanegara di wilayah Bali dan sekitarnya untuk tak terlalu khawatir dengan gempa bumi yang baru mengguncang wilayah Nusa Dua.
Namun masyarakat tetap harus waspada dalam menerima dan mempercayai informasi hanya dari pihak BMKG.
"Semua harus waspada dan itu tadi kami sampaikan di sini harus dengan informasi yang resmi dari BMKG dan ikuti BPBD setempat karena dengan begitu masyarakat bisa lebih tenang tidak panik. Kita juga kan bisa juga dengan mobile phone, iOS, dan Android," katanya.
[Gambas:Video CNN] (tst/evn)