Kepala Bidang Diseminasi Pussains LAPAN, Emanuel Sungging Mumpuni mengatakan masyarakat yang tinggal di bagian Barat Indonesia dapat menyaksikan fenomena gerhana Bulan ini.
Masyarakat yang tinggal di pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah dapat melihat ketika Bulan mulai masuk ke bayangan umbra (bayangan yang paling gelap) pada pukul 03:01 hingga 5:59 WIB. Warga di wilayah WITA dan WIT tidak bisa melihat gerhana karena fajar telah menyingsing ketika puncak gerhana terjadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Brussels, Belgia.
2. Bangkok, Thailand.
3. Lisbon, Portugal.
4. London, Inggris.
5. Budapest, Hungaria.
6. Kairo, Mesir.
7. Ankara, Turki.
8. Paris, Perancis.
9. Athena, Yunani.
10. Roma, Italia.
11. Yangon, Myanmar.
12. Madrid, Spanyol.
13. Rio de Janeiro, Brazil.
14. Melbourne dan Victoria, Australia.
15. Johannesburg, Afrika Selatan.
16. Buenos Aires, Argentina.
17. New Delhi, India.
18. Moskow, Rusia.
19. Lagos, Nigeria.
"Bisa dilihat [gerhana bulan sebagian] seperti bulan purnama umumnya, tapi agak terpancung [terpotong] seperti sabit karena terbayang," kata dia melalui pesan singkat yang diterima CNNIndonesia.com.
Selain itu, Planetarium Jakarta membuka pengamatan umum gratis. Peneropongan akan dilakukan menggunakan teropong utama yang dimulai sejak Selasa (16/7) pukul 21:00 hingga Rabu (17/7) pukul 06:00 WIB.
Gerhana bulan sebagian terjadi ketika bulan melewati bayangan sebagian Bumi (penumbra) sehingga membuat sebagian sisi yang dilewati bayangan nampak lebih gelap (umbra). (din/eks)