Ketua APSI, Hasan Aula menjelaskan selama ini peredaran ponsel BM juga merugikan pemerintah karena ponsel ilegal tidak membayar Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Di sisi lain, porsi pasar yang seharusnya dimiliki distributor resmi malah tergerus ponsel ilegal.
"Dengan kontrol IMEI kontrol tersebut akan memberikan kepastian bisnis. BM akan semakin hilang dan industri bisa tumbuh lebih baik," ujar Hasan usai acara Selular Congres 2019, Senin (15/7) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:IMEI, Senjata 'Penumpas' Ponsel Ilegal |
"Apapun itu selama itu merupakan mengikuti regulasi pemerintah, pasti kita ikut dan komitmen," kata Edy usai acara peluncuran Vivo S1 di Jakarta Selatan, Selasa (16/7).
Edy menyebut pihaknya berusaha mengedukasi konsumen agar tak pakai HP BM dengan tidak menerima produk ilegal di layanan pusat perbaikan (service center) mereka.
Demi menyehatkan industri dalam negeri dan memberikan kepastian bisnis, Hasan berharap agar aturan IMEI bisa segera diterapkan. Akan tetapi, Hasan juga mengatakan perlu sosialisasi kepada masyarakat terkait aturan IMEI.
"Aturan IMEI bisa segera (diberlakukan) sehingga tentunya akan bisa berikan perlindungan investasi. Kedua, tentunya yang harus berikan penjelasan yang jelas sehingga masyarakat," kata Hasan.
"Kalau dilihat tentunya dari pihak kita selalu berikan edukasi ke konsumen. Tapi terus terang pada akhirnya konsumen tentu juga ada yang memang mau cari barang dengan harga murah. Yang sulit adalah ada tipe ponsel yang tak dijual di Indonesia dan dijual di pasar gelap," kata Hasan. (jnp/eks)