Beredar video di media sosial yang menunjukkan ikan-ikan terdampar di Pantai Batu No Long Ganggu Bali pada Senin malam (15/7), sebelum terjadinya gempa Bali.
[Gambas:Twitter]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nugroho menjelaskan fenomena terdamparnya ikan ini setidaknya disebabkan oleh arus dan gelombang laut, ketersediaan pakan ilmiah, dan kelimpahan ikan.
"Ikan tersebut hidupnya berkelompok dan bergerombol mencari plankton. Saat mencari makan itu, mereka tidak terlalu ke tepi pantai, karena mungkin di tengah laut sudah habis atau memang plankton yang banyak saat itu di tepian," kata Nugroho.
"Gerombolan ikan ini menyerbu plankton-plankton itu sehingga tidak sadar kalau sudah sangat dangkal dan pada saat ombak surut dia terdampar ke tepian," lanjutnya
"Perlu penelitian yang komprehensif bila ingin mengaitkan antara respon makhluk hidup dengan prekursor gempa atau fenomena yang diduga terjadi mendahului atau sebelum gempa yang disebabkan faktor ilmiah," kata Nugroho.
Sebelumnya, fenomena ikan yang mendamparkan diri di pantai juga sempat terjadi di Lembata, NTT. Dalam rekaman video yang dibagikan, tampak warga ikan-ikan itu loncat dan menggelepar di tepi pantai dan ramai diserok warga.
[Gambas:Twitter]
Menanggapi peristiwa ini, Haryono, Peneliti Utama dan Kepala Lab Ikan LIPI menyebut peristiwa ikan melompat ke daratan bukan peristiwa langka.
Haryono menyebut kejadian tersebut memang sempat terjadi beberapa kali. Terutama ketika cuaca sedang tidak cerah, saat mendung, atau gerimis. Namun, menurutnya pengaruh faktor lingkungan ini pun perlu dikaji terlebih dahulu.
(jnp/eks)