GIIAS 2019

JK: Negara Miskin Mana Ada yang Macet

ray, CNN Indonesia | Kamis, 18/07/2019 12:10 WIB
JK: Negara Miskin Mana Ada yang Macet Wakil Presiden RI Jusuf Kalla resmi membuka pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di ICE, Serpong, Tangerang, Kamis (18/7). (Foto: REUTERS/Piroschka van de Wouw)
Tangerang, CNN Indonesia -- Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengatakan bahwa dirinya tidak terlepas dari industri otomotif nasional sejak 50 tahun silam.

Demikian disampaikan JK dalam kata sambutannya saat membuka pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 yang berlangsung mulai 18-28 Juli di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Serpong, Tangerang.

JK dikenal sebagai seorang pebisnis. Ia mengendalikan bisnis Kalla Group yang merupakan satu kelompok usaha terbesar di kawasan timur Indonesia. Salah satu unit bisnisnya di bidang otomotif.


"Kita tentu bergembira dan bersemangat untuk memulai setiap tahun pameran GIIAS ini. Saya juga sudah langganan buka pameran di tempat ini. Ini menyenangkan. Mengikuti perkembangan otomotif Indonesia. Karena ini dunia saya sejak 50 tahun lalu. Jadi bersamaan dengan Gaikindo juga (usia 50 tahun)," kata JK di Tangerang, Kamis (18/7).

Asosiasi Industri Kendaraan Bermotor Indonesia didirikan pada 1969. Nama asosiasi berubah-ubah hingga akhirnya menggunakan nama Gaikindo.

Gaikindo setiap tahunnya menggelar 'hajatan' pameran otomotif, dan GIIAS yang digelar pada tahun ini merupakan pameran otomotif ke-27 yang diselenggarakan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) dengan tema 'Future in Motion'.

Menurut JK perkembangan industri otomotif Indonesia semakin berkembang pesat. Hal ini ditandai dengan terus meningkatnya nilai investasi di industri otomotif dalam negeri.

"Sekali lagi saya selalu ulang, bahwa tanda-tanda ekonomi suatu bangsa kalau sudah macet karena hanya negara yang bisa membeli mobil masyarakatnya ya bisa macet, negara miskin mana ada yang macet," ucap JK.

Dijelaskan JK, kondisi industri otomotif nasional saat ini sangat berbeda dibanding 50 tahun silam, yang saat itu cuma tersedia beberapa merek mobil di Indonesia.

"Tapi perlu juga mengetahui sejarah industri otomotif di Indonesia. Ini sudah ada sebelum perang. Sudah ada dari General Motor di Tanjung Priuk (industri). Setelah tahun 60, mobil Amerika jarang masuk karena berbagai hal, maka tahun 60 Astra (masuk) untuk Toyota Assembling (merakit Toyota)," ujar JK. (ryh/mik)