Hiu mengeluarkan cairan bercahaya dari kelenjar kecil di dekat sirip depan. Cairan itu diperkirakan dapat membantu menarik mangsa.
Dilansir Science Alert, spesies hiu saku (Mollisquama mississippiensis)ini sempat ditemukan Februari 2010 lalu. Hiu saku pertama (Mollisquama parini) diketahui pernah ditemukan di lepas pantai Chilli pada 1979.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keduanya adalah jenis spesies berbeda, dari lautan yang berbeda," tambah Grace. "Keduanya (spesies) yang sangat langka," seperti dikutip CNN.
Para peneliti menggunakan gambar x-ray dan CT scan resolusi tinggi untuk melihat bagian luar dan dalam hiu serta melihat perbedaan diantara dua spesies. Keduanya memiliki kantong kecil yang dapat menghasilkan cairan biolumin yang berada di dekat insang.
Menyoal cahaya yang ditimbulkan spesies hiu saku, NOAA memperkirakan sekitar 90 persen hewan yang hidup di perairan terbuka bersifat bioluminesen. Artinya cahaya yang ditimbulkan oleh hiu itu bukan lah sesuatu yang unik. (din/eks)