Perang tarif antara dua pemegang ekonomi terbesar dunia itu menjadi alasan kecil dibalik perlambatan yang terjadi di industri semikonduktor, jelas Ajit kepada CNBC pada Forum Ekonomi Dunia di Dalian China, Senin (1/7).
AS dan China telah terlibat dalam sengketa perdagangan selama lebih dari satu tahun. Perang dagang ini membuat bea masuk sangat tinggi terhadap produk impor dari kedua negara. Perang keduanya telah menimbulkan kekhawatiran berpengaruh pada ekonomi global.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tarif tidak membuat industri melambat," jelasnya. Meski ia mengakui bahwa 2019 bukan tahun yang baik untuk sektor tersebut. Sebab, banyak pabrik yang kelebihan kapasitas.
Ia menyebut kecerdasan buatan bakal makin marak sebagai standar baru di era 5G, peralatan medis cerdas, dan komputasi kuantum.
Manocha memperingatkan jika AS terus menargetkan China, raksasa Asia itu tetap bisa berbisnis dengan negara lain.
Sebelumnya, dalam berbagai pertemuan dengan Kementerian Perdagangan AS, berbagai perusahaan semikonduktor AS membujuk pemerintahan Trump, seperti ditulis South China Morning Post.
Mereka menyebut tundakan Trump terhadap China bisa membuat perusahaan AS dipandang sebagai mitra yang tak bisa diandalkan dan bisa mengakibatkan kerugian besar secara global. (eks)