Gojek Buka Suara soal Kerja Sama dengan Mitsubishi

din, CNN Indonesia | Rabu, 24/07/2019 01:33 WIB
Gojek Buka Suara soal Kerja Sama dengan Mitsubishi Ilustrasi. (Foto: Gojek)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mitsubishi Corporation (MC) dan Mitsibushi Motors Corporation (MMC) menjadi investor Gojek dalam pendanaan seri F. Kolaborasi tiga perusahaan ini disebut akan membuka peluang di bidang mobilitas, layanan keuangan, hingga consumer goods.

Lebih dari itu, kerja sama MC, MMC dan Gojek di bidang consumer goods ini juga dapat dinikmati di empat negara di Asia Tenggara lainnya yaitu Singapura, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

"Untuk Mitsubishi kan mereka pemain solusi mobilitas, solusi financial services, solusi consumer goods dan lainnya. Jadi di Indonesia kita banyak kerja sama untuk beberapa produk consumer goods," kata Presiden Gojek Grup Andre Soelistyo kepada wartawan di kantor Gojek, Jakarta, Senin (22/7).
"Mereka di luar negeri, solusi mobilitas Mitsubishi kan brand yang cukup kuat di Asia Tenggara, kami banyak kerja sama untuk itu di luar Indonesia," ujar Andre.


Andre mengatakan saat ini pihaknya belum bisa menjelaskan lebih detail terkait kerja sama di bidang consumer goods itu. Sebab, Gojek masih melakukan beberapa kajian.

Chairman of the Board MMC Osamu Masuko yang sempat mengunjungi kantor pusat Gojek di Jakarta Selatan beberapa waktu mengatakan berkomitmen untuk bekerja sama dalam memudahkan kehidupan sehari-hari masyarakat di Asia Tenggara.

"MMC telah memimpin pengembangan mobilitas baru, seperti teknologi kendaraan listrik," ujar Masuko dalam keterangan resminya dikutip, Rabu (24/7).

"Kerja sama dengan Gojek ini memberikan peluang baru bagi masa depan bisnis otomotif kami. Sebagai langkah pertama kerja sama ini, kami akan berkolaborasi untuk memanfaatkan peluang yang ada dalam pasar layanan konsumen dan mobilitas Asia Tenggara yang terus berkembang," ucap Masuko kemudian.

Sebelumnya, Gojek disebut telah berhasil mengumpulkan pendanaan seri F senilai US$1 miliar yang berhasil dikumpulkan dari Google, JD.com, dan Tencent Holdings Ltd. Astra Internasional pun dikabarkan telah mengucurkan US$100 juta pada Gojek akhir bulan Maret lalu.

Selain itu, beberapa waktu lalu perusahaan perbankan dunia Visa juga menyuntikkan dana untuk Gojek demi mengembangkan layanan digital payment (pembayaran digital) di Indonesia. (din/mik)