GIIAS 2019

Sama-sama Motor Listrik, Viar Ingin 'Damai' dengan Gesits

ray, CNN Indonesia | Rabu, 24/07/2019 09:40 WIB
Sama-sama Motor Listrik, Viar Ingin 'Damai' dengan Gesits Meter cluster motor listrik Viar Q1. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Tangerang, CNN Indonesia -- Marketing Director Kencana Laju Mandiri (KLM) selaku divisi pemasaran Viar, Yucuanto Susetyo terus mendukung pemerintah untuk mempercepat industri kendaraan listrik di Indonesia. Hal ini dilakukan demi mencapai percepatan motor listrik dengan pelbagai teknologi.

Sejauh ini produsen motor listrik yang cukup serius menawarkan produk ramah lingkungan dengan harga relatif terjangkau adalah Viar dan Gesits. Menanggapi ketatnya persaingan motor listrik dari dua perusahaan tersebut, Viar justru ingin 'merangkul' Gesits yang juga menawarkan produk yang kompetitif.

Seperti kita ketahui GTI atau Gesits Technology Indo telah meluncurkan satu skuter listrik Gesits pada April di ajang Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) 2019.


Sedangkan Viar Q1 telah mengaspal sejak 2017 dan dua tahun kemudian muncul model barunya bertepatan pameran otomotif Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2019, di ICE BSD, Tangerang.

Marketing Director Kencana Laju Mandiri (KLM) selaku divisi pemasaran Viar, Yucuanto Susetyo mengatakan pihaknya justru mendukung jika ada brand lain.

"Kami justru sangat mendukung kalau ada motor listrik lain," kata Yucuanto di Tangerang beberapa waktu lalu.

Yucuanto menyatakan bahwa Viar menganggap Gesits bukan sebagai pesaing, melainkan 'rekan seperjuangan' di segmen motor listrik.

"Karena kami bukan menganggap sebagai kompetitor, supaya bisa motor listrik popular di Indonesia," ucap Yucuanto.

Sejak kemunculan Gesits penjualan Q1 disebut tidak 'goyang'. Penjualannya dianggap masih dikategorikan stabil, atau jumlahnya tetap berada di angka 400- 500 unit sebulan.

"Ya stabil, jadi tetap berjalan saja," ungkap dia.

Optimistis

Ada atau tidak kompetitor, Yucuanto mengatakan Viar tetap optimistis pasar motor listrik di dalam bakal berkembang seiring dengan perkembangan teknologinya. Sebab, ia menyebut jika saat ini kendaraan tanpa emisi merupakan tren global.

"Karena bisa melihat di mana-mana di dunia, perkembangan itu ke arah (kendaraan) listrik," ujar Yucuanto.

Kendati demikian, menurut dia percepatan kendaraan listrik butuh dukungan dari pemerintah dengan harapan ada regulasi yang mengatur bisnis dan insentif untuk motor listrik.

"Terutama kebijakan dan insentif. Mudah-mudahan nanti kalau ada Perpres lebih terbantu," tutupnya. (ryh/mik)