Stadia sendiri adalah platform komputasi awan untuk gim dari Google. Platform cloud gaming service memungkinkan pengguna dapat berlayanan dan membeli gim yang ingin dimainkan namun tidak memiliki fisik software dari gim itu. Gim tersimpan di dalam cloud milik Google.
Dilansir dari ExtremeTech, sistem berlangganan di Google Stadia berbeda dengan konsep berlangganan Netflix ataupun Spotify dimana pelanggan bisa mengakses semua judul lagu dan film. Platform ini lebih mirip dengan berlangganan PlayStation Plus atau XBox Live Gold.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Stadia Pro bukan 'Netflix for Games' seperti yang dikatakan banyak orang. Perbandingan terdekat adalah Xbox Live Gold atau Playstation Plus," jelas Andrey Doronichev, Direktur Produk Google Stadia, dikutip dari ExtremeTech.
Dalam laman FAQ Google, mereka lebih lanjut menjelaskan bahwa jika suatu saat gim yang telah dibeli oleh pengguna tidak tersedia lagi untuk pembelian yang baru, mereka akan masih tetap bisa mengakses gim tersebut.
Berlangganan Google Stadia akan membutuhkan biaya langganan sebesar USD 9,99 atau sekitar Rp 140 ribu setiap bulan. Dan jika ingin mengakses Stadia di dalam televisi, pengguna diwajibkan menggunakan alat Stadia Controller dan Chromecast Ultra yang masing-masing bernilai seharga USD 69 atau sekitar Rp 964 ribu. (hrd/age)