Orang Indonesia Sensitif Harga Buat Beli Laptop

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 03/08/2019 01:46 WIB
Orang Indonesia Sensitif Harga Buat Beli Laptop Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Dini Nur Asih)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lenovo Indonesia mengungkapkan masyarakat Indonesia masih menggunakan harga sebagai pertimbangan sebelum membeli laptop baru.

Consumer Lead Lenovo Indonesia, Julius Tjhin mengungkapkan laptop segmen entry level dan menengah dengan kisaran harga Rp8 juta ke bawah menjadi pilihan favorit masyarakat Indonesia. Menurutnya, pembeli di segmen ini sangat berpatokan pada faktor harga.

"Indonesia itu  mencari lebih ke arah terjangkau. Untuk yang entry maupun mainstream atau medium end. Paling besar pasar ponsel itu yang paling laku Rp8 juta," kata Consumer Lead Lenovo lndonesia, Julius Tjhin usai peluncuran Lenovo Yoga S940 di Jakarta Selata, Kamis (1/8).


Di sisi lain, Julius mengatakan masyarakat di kota besar seperti Jakarta justru menjadikan faktor fitur, spesifikasi, dan desain sebagai pertimbangan.

"Di luar kota konsumen lebih memilih laptop yang terjangkau. Tapi, untuk pasar Jakarta bahkan di kota-kota besar mereka itu lebih ke arah yang fitur-fitur hingga desain.  Mereka senang dengan laptop yang tipis, ringan dan laptop gaming untuk spesifikasi tinggi  juga laku," pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Consumer Notebook 4P & T1 Lenovo Indonesia Kevin Adityo mengatakan fitur pengenal wajah (face recognition) menjadi pilihan generasi milenial dengan mobilitas tinggi di kota besar.

Fitur-fitur yang memaksimalkan pengalaman pengguna untuk mengoperasikan laptop ini bisa membuat pengguna membuka kunci laptop tanpa harus mengetik kata sandi. Mengandalkan infra merah (infrared) membuat laptop bisa terbuka ketika pengguna duduk di depan laptop. Fitur ini disematkan dalam seri Yoga terbaru yakni Yoga S940.

Kamera infra merah akan membaca kontur wajah pengguna. Dengan adanya fitur ini, pengoperasian laptop akan menjadi lebih cepat. Infrared Camera ini bisa tetap membaca wajah pengguna ketika pengguna memakai aksesoris seperti kacamata, topi, atau rambut wajah.

"Meskipun pengguna pakai peci, kacamata tidak hitam, dia bisa kenali dengan kontur muka, dari infrared, dari situ akan kenali. Kalau mata merah juga bisa. Tapi kalau kacamata hitam tidak bisa," kata Kevin.

Kevin mengklaim kamera infra merah tidak akan bisa ditipu dengan menggunakan foto pemilik laptop. Oleh karena itu, Kevin menjamin keamanan laptop dari penjahat yang hendak mengakses laptop.

"Kalau sensor dibohongi pakai foto tidak bisa, karena pakai infrared dan dia mendeteksi  suhu badan. Jadi dia bisa bedakan mana yang hidup dan yang mati," ucapnya. 

[Gambas:Video CNN] (jnp/evn)