Bos Audi Akhirnya Dituntut Jerman Soal Dieselgate

fea, CNN Indonesia | Kamis, 01/08/2019 23:04 WIB
Bos Audi Akhirnya Dituntut Jerman Soal Dieselgate Ilustrasi Audi. (CNN Indonesia/Daniela)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Chief Executive Officer Audi, Rupert Stadler, kemungkinan menjadi bos otomotif pertama yang bakal diadili di Jerman terkait kecurangan global emisi bahan bakar yang dikenal dengan sebutan dieselgate.

AFP mengabarkan, Jaksa di Munich mengatakan dalam keterangan resmi pada Rabu (31/7), mereka menuntut Stadler dan tiga orang lainnya dengan tuduhan 'penipuan, pemalsuan sertifikasi, dan iklan ilegal'. Keempat orang ini akan diadili untuk kejahatan ekonomi, meski begitu belum disebutkan jadwalnya.

Hal ini juga menempatkan Stadler di level yang sama seperti mantan Chief Executive Volkswagen Martin Winterkorn yang mundur setelah Volkswagen mengakui melakukan dieselgate. Sebanyak 11 juta kendaraan di seluruh dunia diestimasikan terlibat dalam dieselgate yang terbongkar pada September 2015.


Winterkorn pada April lalu juga diganjar tuduhan serius, yakni kompetisi tidak adil dan upaya pelanggaran kepercayaan di Brunswick.

Saat ini keduanya tinggal menunggu pergerakan pengadilan di dua kota untuk memutuskan kapan sidang dengar pendapat digelar.

Dieselgate di Mobil Audi

Tuduhan buat Stadler terkait lebih dari 434 ribu unit Volkswagen, Audi, dan Porsche yang dipasangi perangkat lunak khusus pengecoh uji emisi bahan bakar.

Perangkat lunak itu, yang khusus dipasang di mesin diesel, mampu membuat mobil memahami kapan uji emisi dilakukan, kemudian sanggup menekan emisi gas seperti nitrogen oxides (NOx) hingga di bawah batas pemerintah. Sementara mobil seakan bersih lingkungan, emisi lebih tinggi keluar ketika digunakan konsumen.

Stadler yang sudah 11 tahun menjabat sebagai bos Audi, sempat ditahan pada Juni 2018 sebab investigator mencurigai dia mencoba mempengaruhi saksi. Meski begitu Stadler dibebaskan pada Oktober. Saat ini posisi Stadler digantikan oleh Bram Schot.

Jaksa penuntut mengatakan Stadler tahu soal dieselgate namun terus menjual produk Audi yang memiliki perangkat lunak itu, terutama di Eropa dan Amerika Serikat, sebelum masalah ini mencuat pada September 2015.

"Sampai tuduhan itu dituntaskan, semua tersangka diasumsikan tidak bersalah," kata Audi dalam pernyataannya.

Stadler tetap dikejar pengadilan walau Audi sudah membayar 800 juta euro (Rp12,4 triliun) untuk menyelesaikan dieselgate. Volkswagen sendiri membayar 1 miliar euro (Rp15,5 triliun) dan Porsche 535 juta euro (Rp8,3 triliun). (fea)