Menurut dia, yang diharapkan calon konsumen 'mobil hijau' saat ini adalah insentif pajak yang berpengaruh terhadap harga jual sehingga makin murah. Keistimewaan mobil listrik yaitu kebal ganjil genap di Jakarta dikatakan belum mampu meningkatkan banyak penjualan.
"Ada pengaruhnya ke penjualan, tapi orang lebih tertarik kalau harganya terjangkau. Karena yang insentif pajak lebih berperan," kata Jongkie melalui pesan singkat, Rabu (7/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, Jongkie menyambut baik langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI yang sudah memberi insentif 'non fiskal' seperti ini. Kata Jongkie ini menjadi salah satu cara agar pengguna roda empat mau menggunakan mobil listrik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya banyak insentif (non fiskal), bisa dengan parkir lebih murah atau dapat tempat khusus dan lain sebagainya," ungkap dia.
Perluasan Ganjil Genap. (CNN Indonesia/Timothy Loen) |
