Pembatasan Usia Mobil 10 Tahun di Mata Pengamat

ray, CNN Indonesia | Kamis, 08/08/2019 10:54 WIB
Pembatasan Usia Mobil 10 Tahun di Mata Pengamat Ilustrasi macet Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rencana pembatasan usia mobil di DKI Jakarta terus menuai pro dan kontra. Membatasi mobil pribadi masuk Jakarta dinilai tak efektif menurunkan tingkat polusi di ibu kota.

Warga Jakarta dihebohkan dengan kualitas udaranya yang semakin buruk. Gubernur DKI Anies Baswedan pun menuding buruknya kualitas udara di Jakarta imbas asap yang keluar dari knalpot kendaraan pribadi.

Pengamat otomotif M Wahab S mengatakan Gubernur Anies harus berpikir dua kali jika hendak membatasi usia kendaraan masuk Jakarta. Menurutnya memperbaiki transportasi massal justru dinilai lebih baik dari membatasi kendaraan.


Sebab dijelaskan Wahab, dengan kertersedian alat transportasi yang memadai disebut akan meningkatkan minat masyarakat menggunakannya dan meninggalkan mobil pribadi di rumah. Praktis polusi Jakarta disebabkan emisi gas buang kendaraan akan menurun.

"Kalau udah siap orang akan beralih ke transportasi masal tidak (kendaraan) pribadi. Hemat saya. Kalau sudah begitu tidak perlu lagi ada pembatasan," kata Wahab saat ditemui di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (7/8).

Anies pun telah menerbitkan intruksi gubernur (ingub) yang isinya menginginkan pembatasan usia kendaraan di wilayah ibu kota. Harapan Anies pada 2025 kebijakan tersebut sudah mulai berlaku.

"Pembatasan ditinjau lagi. Karena pemerintah sendiri sedang gembar gembor transportasi masal untuk di Jakarta," ucap Wahab.

Wahab menyakini pembatasan usia kendaraan sangat tidak tepat jika tujuannya menekan emisi di Jakarta. Namun itu perlu kajian matang karena dampaknya ke berbagai sektor.

Di sisi lain, ia mengatakan pengguna mobil lawas yang bisa menjadikan kendaraannya sebagai investasi pasti terusik dengan wacana itu. Belum lagi keberadaan pedagang kendaraan bekas. Sementara industri mobil baru, wacana ini dianggap Wahab bisa menjadi angin segar saat diterapkan karena masyarakat akan beralih membeli mobil baru.

"Karena setelah itu akan berdampak orang membeli mobil baru. Karena menguntungkan industri, tapi apa tidak membebani masyarakat tidak ya. Apa nanti masyarakat dengan kelas ekonomi sekian bakal transportasi masal, lalu bisa juga ekonomi atas saja yang menggunakan mobil pribadi baru," tutupnya. (ryh/mik)