Sepanjang 2019 Kominfo Blokir 1500 Konten Terorisme

Antara, CNN Indonesia | Minggu, 11/08/2019 04:48 WIB
Sepanjang 2019 Kominfo Blokir 1500 Konten Terorisme Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mencatat telah memblokir 1500 situs dan akun media sosial dengan konten radikalisme dan terorisme sepanjang tahun 2019.

Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu mengatakan secara total selama 10 tahun terakhir pihaknya telah memblokir 11.800 situs dan akun media sosial berisi radikalisme dan terorisme.

"Selama tahun 2019 ini, Kominfo telah memblokir 1500an situs dan akun media sosial yang terkait dan berkonten radikalisme dan terorisme," kata Ferdinandus dalam diskusi bertajuk "Enzo, Pemuda, dan Kemerdekaan", di Jakarta, Sabtu (10/8).


Pria yang kerap disapa Nando ini mengatakan konten dan situs radikalisme-terorisme berbahaya karena menyangkut ketahanan bangsa dan negara.

"Ketika terpapar radikalisme-terorisme artinya cinta tanah air menjadi lemah. Lalu dalam kasus pornografi karena anak muda melakukan hal yang tidak produktif," ungkapnya.

Selain konten radikalisme dan terorisme, Komingo sebelunya juga memblokir konten bernada pornografi. Menurut Nando, pemblokiran terhadap konten media sosial dan situs pornografi merupakan sikap tegas karenat erkait masalah kesusilaan.

"Beberapa waktu lalu kami memblokir akun YouTube Kimi Hime karena persoalan kesusilaan. Kami tekankan para YouTuber silahkan berkreasi namun harus tetap dalam koridor hukum," tandasnya.

[Gambas:Video CNN] (evn/evn)