Picu Kecelakaan, Militer AS Singkirkan Layar Sentuh di Kapal

cnnindonesia, CNN Indonesia | Senin, 12/08/2019 13:04 WIB
Picu Kecelakaan, Militer AS Singkirkan Layar Sentuh di Kapal Kapal USS John S. McCain yang kecelakaan dengan kapal tanker (Kyodo/via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Angkatan Laut Amerika Serikat menyingkirkan panel layar sentuh pada sebagian kapal mereka. Hal ini dilakukan setelah terjadi kecelakaan kapal akibat kesalahan navigasi ketika mengendalikan layar dengan sistem layar sentuh itu. Sehingga mereka berencana untuk menanggalkan teknologi itu dalam 18 hingga 24 bulan ke depan.

Padahal militer AS dikenal sangat gandrung menggunakan teknologi baru. Panel layar sentuh ini tadinya digunakan untuk menggantikan mesin kendali tradisional. Namun, penggunaan layar sentuh ini diduga menyebabkan kecelakaan yang merenggut nyawa 10 pelaut.

"Hanya karena hal itu bisa dilakukan, bukan berarti itu harus (dijalankan)," jelas juru bicara Angkatan Laut, menanggapi teknologi anyar tersebut, seperti dikutip TechCrunch.


Kecelakaan yang dimaksud menimpa kapal USS John S. McCain dan kapal tanker pada Agustus 2017. Pelaut yang memegang kendali kehilangan kontrol atas kapal. Sehingga kapal tersebut masuk ke jalur kapal tanker sehingga menyebabkan 10 tewas dan melukai 58 lainnya.

Berdasarkan penyelidikan Badan Keamanan Transportasi Nasional yang diumumkan baru-baru ini, kecelakaan terjadi karena pelaut tidak mengetahui cara mengendalikan kapal. Sebab pelaut ini tidak mendapat pelatihan dan dokumentasi yang cukup.

Panel sentuh kendali kapal ini dinamakan Northrop Grumman. Sistem ini dirancang sebagai penjembatan dan sistem navigasi terintegrasi. Sistem ini terdiri dari dua layar sentuh yang memiliki berbagai fungsi.

Pada dasarnya layar sentuh ini tak berbeda jauh dari layar sentuh pada dashboard mobil. Dashboard mobil ini biasanya menggantikan tombol untuk mengatur AC, radio.

Tapi karena rumitnya sistem ini, pelaut berpikir ia telah mengendalikan seluruh kapal. Padahal ia hanya mengendalikan satu sisi saja. Hal ini mengakibatkan kapal John S McCain berbelok cepat ke jalur dimana kapal tanker tengah melaju.

"Kesalahpahaman ini mereka ungkap selama wawancara pasca-kecelakaan. Kesalahpahaman juga terjadi pada anggota kru lainnya yang sudah permanen ditugaskan di kapal John S McCain. (Sehingga hal ini) merunjuk ke masalah yang lebih mendasar dengan proses kualifikasi dan pelatihan dengan IBNS," tutup laporan tersebut.

Ternyata tidak ada yang benar-benar paham bagaimana sistem ini bekerja. Perangkat ini baru dipasang setahun lalu. benar-benar berfungsi, dan dalam situasi krisis tidak dapat dengan cepat melakukan manuver yang diperlukan. Jadi Angkatan Laut menarik sistem dari perusak tempat mereka dipasang. Sehingga ketika ada di situasi kritis para pelaut tidak bisa dengan sigap melakukan manuver.

Berbicara di depan Perkumpulan Insinyur Angkatan Laut Amerika Serikat, Laksamana Angkatan Laut Bill Galinis menjelaskan bahwa kecelakaan itu tidak disengaja.

"Ketika kami mendapat masukan dari anggota kru, hal itu sangat mencerahkan [...] Kami membuat sistem yang sangat kompleks dibalik layar kaca sentuh. Kami mengabaikan kendali (manual) fisik. Ini mungkin umpan balik utama dari para awak. Mereka bilang, 'berikan kami kendali yang bisa kami pakai," seperti dilansir USNI News.

Alasan inilah yang menjadi dasar Angkatan Laut AS kembali menggunakan kendali manual. Proses kontrak untuk menggantian telah ditandatangani. Prosedur penggantian pun cukup mudah.

Melansir Engadget, penggantian akan dilakukan pada semua kapal DDG-51 (Arleigh Burke). Penggantian pertama akan dilakukan pada pertengahan 2020. Kapal pertama yang akan melakukan penggantian navigasi adalah USS Ramage. Sementara kapal penghancur pertama yang akan menanggalkan layar sentuh itu adalah USS Ted Stevens.

Keputusan ini bukanlah bentuk penolakan mentah-mentah atas pembaruan teknologi. Tapi mereka minta agar teknologi yang digunakan harus mudah digunakan. Selain itu mereka berharap antar muka yang digunakan konsisten dan bisa membantu kru untuk segera mengambil alih dalam situasi darurat. (eks)


ARTIKEL TERKAIT