Padahal militer AS dikenal sangat gandrung menggunakan teknologi baru. Panel layar sentuh ini tadinya digunakan untuk menggantikan mesin kendali tradisional. Namun, penggunaan layar sentuh ini diduga menyebabkan kecelakaan yang merenggut nyawa 10 pelaut.
"Hanya karena hal itu bisa dilakukan, bukan berarti itu harus (dijalankan)," jelas juru bicara Angkatan Laut, menanggapi teknologi anyar tersebut, seperti dikutip TechCrunch.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan penyelidikan Badan Keamanan Transportasi Nasional yang diumumkan baru-baru ini, kecelakaan terjadi karena pelaut tidak mengetahui cara mengendalikan kapal. Sebab pelaut ini tidak mendapat pelatihan dan dokumentasi yang cukup.
Pada dasarnya layar sentuh ini tak berbeda jauh dari layar sentuh pada dashboard mobil. Dashboard mobil ini biasanya menggantikan tombol untuk mengatur AC, radio.
Tapi karena rumitnya sistem ini, pelaut berpikir ia telah mengendalikan seluruh kapal. Padahal ia hanya mengendalikan satu sisi saja. Hal ini mengakibatkan kapal John S McCain berbelok cepat ke jalur dimana kapal tanker tengah melaju.
Ternyata tidak ada yang benar-benar paham bagaimana sistem ini bekerja. Perangkat ini baru dipasang setahun lalu. benar-benar berfungsi, dan dalam situasi krisis tidak dapat dengan cepat melakukan manuver yang diperlukan. Jadi Angkatan Laut menarik sistem dari perusak tempat mereka dipasang. Sehingga ketika ada di situasi kritis para pelaut tidak bisa dengan sigap melakukan manuver.
Berbicara di depan Perkumpulan Insinyur Angkatan Laut Amerika Serikat, Laksamana Angkatan Laut Bill Galinis menjelaskan bahwa kecelakaan itu tidak disengaja.
"Ketika kami mendapat masukan dari anggota kru, hal itu sangat mencerahkan [...] Kami membuat sistem yang sangat kompleks dibalik layar kaca sentuh. Kami mengabaikan kendali (manual) fisik. Ini mungkin umpan balik utama dari para awak. Mereka bilang, 'berikan kami kendali yang bisa kami pakai," seperti dilansir USNI News.
Lihat juga:Kapal Selam Rusia Terbakar, 12 Pelaut Tewas |
Melansir Engadget, penggantian akan dilakukan pada semua kapal DDG-51 (Arleigh Burke). Penggantian pertama akan dilakukan pada pertengahan 2020. Kapal pertama yang akan melakukan penggantian navigasi adalah USS Ramage. Sementara kapal penghancur pertama yang akan menanggalkan layar sentuh itu adalah USS Ted Stevens.
Keputusan ini bukanlah bentuk penolakan mentah-mentah atas pembaruan teknologi. Tapi mereka minta agar teknologi yang digunakan harus mudah digunakan. Selain itu mereka berharap antar muka yang digunakan konsisten dan bisa membantu kru untuk segera mengambil alih dalam situasi darurat. (eks)