Pengguna Aplikasi Dompet Digital di Indonesia Naik

Tim CNN Indonesia, CNN Indonesia | Rabu, 14/08/2019 11:01 WIB
Pengguna Aplikasi Dompet Digital di Indonesia Naik Ilustrasi. (CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Jakarta, CNN Indonesia -- Layanan pembayaran dengan dompet digital di Indonesia kini tengah digandrungi masyarakat seiring meningkatnya pemakaian smartphone. Menjamurnya aplikasi pembayaran digital ini memudahkan masyarakat untuk bertransaksi tanpa menggunakan kartu.

Situs meta-search iPrice Grup berkolaborasi dengan perusahaan analisis data App Annie melakukan penelitian terkait aplikasi dompet elektronik paling populer di Indonesia. iPrice Group dan App Annie menggunakan data jumlan unduhan aplikasi dan pengguna aktif bulanan sejak 2017.

Data menunjukkan Gopay, dompet digital perusahaan ride-hailing Gojek menjadi aplikasi dengan pengguna aktif terbanyak di Indonesia.
Dihimpun dari laman Medium, 30 persen dari total transaksi uang elektronik di Indonesia berasal dari Gopay. Bahkan pada Februari lalu, Gopay berhasil menyentuh angka transaksi sebesar US$6,3 miliar dengan total 70 persen didapatkan dari transaksi Gojek menggunakan Gopay sebagai metode pembayaran.


Selain Gopay, sebagai pendatang baru di industri dompet digital, DANA berhasil masuk ke dalam daftar aplikasi dompet digital populer. Data riset iPrice menunjukkan bahwa DANA memiliki pengguna aktif bulanan yang relatif stabil sejak kuartal keempat 2018 hingga kuartal kedua 2019.

"Dana berhasil naik satu peringkat pada kuartal 2 2019 menggantikan LinkAja di posisi ketiga. Berbeda dengan jumlah download aplikasi, DANA turun satu peringkat ke posisi 3 digantikan oleh OVO pada kuartal 2 2019," kata Perwakilan iPrice Grup dikutip keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (13/8).
Aplikasi dompet elektronik milik Lippo Group, OVO bertengger di posisi kedua berdasarkan jumlah unduhan aplikasi di kuartal kedua 2019. Pada sektor transportasi, OVO melebarkan sayap sebagai metode pembayaran di Grab Indonesia.

OVO juga menggaet ecommerce lokal, yakni Tokopedia dengan OVO Cash. Sayangnya, dilihat dari grafik perkembangan OVO di iPrice, jumlah unduhan aplikasi sempat menurun dari peringkat kedua ke peringkat ketiga di kuartal pertama 2018 namun untuk pengguna aktif bulanan naik satu peringkat di periode yang sama.

Salah satu faktor pengguna OVO bertambah dipicu kerjasama antara perusahaan dengan Lion Air Group.
LinkAja resmi menjadi pesaing Gopay dan OVO dengan total 22 juta pengguna yang terdaftar. Aplikasi ini merupakan gabungan dari perusahaan yang ada di dalam Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Telkomsel, Bank Mandiri, BNI, Telkom, dan BRI.

iPrice mencatat LinkAja bertahan di posisi ketiga dari kuartal kedua 2018 hingga kuartal pertama 2019. Untuk data jumlah unduhan aplikasi, terjadi penurunan pada kuartal keempat 2018. (age/age)