Pemerintah Ungkap Investasi Mobil Listrik Capai Rp57 T

ray, CNN Indonesia | Kamis, 15/08/2019 11:09 WIB
Pemerintah Ungkap Investasi Mobil Listrik Capai Rp57 T Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah optimis terjadi peningkatan penanaman modal oleh para investor otomotif yang dikucurkan di Indonesia menyambut industri kendaraan bermotor listrik (KBL).

Berdasarkan keterangan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), dana investasi yang bakal masuk jumlahnya mencapai US$4 miliar atau setara Rp57,1 triliun (Rp14.290 per US$). Dana tersebut akan digelontorkan ke proyek mobil listrik secara bertahap.

"Angka masing-masing (produsen) otomotif berbeda, tapi yang sudah kira-kira hampir USD4 miliar," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di kantornya, Rabu (14/8).


Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin Putu Juli Ardika belum menyebut spesifik siapa saja produsen yang berkomitmen untuk nilai investasi tersebut di dalam negeri.

Namun dijelaskan Putu, dua manufaktur otomotif besar, yaitu Toyota dan Hyundai sudah menghadap Menteri Perindustrian untuk membicarakan nilai investasinya untuk Indonesia.

"Itu untuk yang otomotifnya. Seperti Toyota akan membangun produksi kendaraan listrik di Indonesia," ujar Putu.

Seperti kita ketahui Toyota grup memang sudah mengakui soal rencana investasi sekitar Rp28 triliun di Indonesia. Sedangkan Hyundai seperti diberitakan sebelumnya akan mengucurkan dana sekitar US$1 miliar (Rp14,6 triliun) guna membangun mobil ramah lingkungan di Indonesia.

"Kira-kira segitu investasinya," kata Menko Maritim Luhut Panjaitan saat berkunjung ke Gedung Transmedia, Jumat (21/12) sore.

Selain Toyota dan Hyundai, Putu juga menyebut pabrikan lain yang punya niatan serupa, yaitu Honda.

"Ada beberapa yang memang menyatakan minatnya. Honda juga siap, tapi belum declare (pengumuman)," ucap Putu.

Putu menambahkan beberapa merek baru lain ada yang menyatakan minat untuk berinvestasi membangun fasilitas pabrik produksi mobil penumpang di Indonesia, namun belum dapat diumumkan dengan alasan masih melakukan pengkajian.

"Tapi dari segi minat dan kajian-kajian yang dilakukan oleh multinasional bidang otomotif itu kayaknya ada suatu yang bagus arahnya. Apalagi kalau kamu bisa produksi baterai," tutup Putu. (ryh/mik)