Pengambilan data dilakukan hanya di media sosial Facebook menggunakan metode random sampling dari jumlah pengguna Facebook di Indonesia sebanyak 190 juta pengguna. Selain itu, pengambilan data dilakukan pada Juli 2018 hingga Juli 2019 dengan menggunakan sejumlah kata kunci sehingga diperoleh 55.848 data.
Indonesia Indicator menegaskan bahwa perbincangan di Facebook dalam riset "Analisis Facebook Menteri dan Kebijakan Publik Juli 2018-Juli 2019" ini berasal dari akun organik. Maka percakapan mengenai menteri dan kebijakan kementerian di Facebook berlangsung secara alami.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Temuan Indonesia Indicator menunjukkan Sri Mulyani menduduki posisi pertama dalam daftar menteri termashur di Facebook dengan 6.152 pembicaraan. Sebab, kinerjanya sebagai Menteri Keuangan dinilai positif seperti upayanya untuk mengembalikan saham PT Freeport Indonesia ke pemerintah.
Usaha Sri Mulyani untuk menyelamatkan uang negara dari perusahaan milik Tommy Suharto yakni Megatech dan keberhasilan pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) di Bali pada Oktober 2018.
Sedangkan perbincangan Menteri Agama Lukman Hakim tercatat 4.847 buah. Perbincangan ini seputar program pelaksanaan haji dan umrah, penetapan Hari Santri, isu pengeras suara masjid, serta kegiatan keagamaan seperti Idul Fitri dan puasa Ramadan.
Sentimen positif untuk Lukman hakim diberikan oleh 51,08 persen netizen, 23,42 persen netral, dan 25,5 persen negatif.
Sentimen negatif muncul akibat korupsi yang ada di Kementerian Agama, dukungan Lukman terhadap komunitas LGBT, dan isu dana haji untuk pembangunan infrastruktur.
Netizen menilai Luhut berhasil membangun program Integrated Fishing Industry yang bakal dibangun di Pulau Natuna.
"Sementara itu sentimen negatif muncul dari film dokumenter Sexy Killer tentang 'kotornya' bisnis batu bara di Indonesia dan kerusuhan pasca pengumuman hasil pemilihan presiden [pilpres 2019]," kata Rustika.
[Gambas:Video CNN] (din/eks)