Supernova terjadi ketika bintang meledak dan menghasilkan awan atau gas dan debu yang diperkaya dengan radioisotop.
Penelitian mencatat sebagian debu dari satu atau lebih bintang jatuh ke Bumi sekitar 20 juta tahun terakhir. Saat ini debut tersebut ditemukan di permukaan salju dari benua yang paling jarang dihuni manusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu adalah material yang paling murni yang dapat Anda temukan," kata Koll.
Untuk mendeteksi adanya anomali di tata surya, tim peneliti melebur dan mengayak salju. Bahan di dalamnya kemudian dibakar dan diuji menggunakan peralatan yang cukup sensitif.
Sampel yang diuji mencatat salju positif memiliki kandungan iron-60. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan sebagian besar besi yang ada di alams emesta dengan kandungan iron-56.
Sementara sumber iron-60 yang paling mungkin yang ditemukan di salju Antartika berasal dari debu bintang.
Mengutip The New York Times, iron-60 telah berada di kerak samudera yang berusia jutaan tahun dan di permukaan bulan. Iron-60 yang berasal dari supernova tidak pernah ditemukan sebelumnya dalam bahan material secara geologis.
[Gambas:Video CNN] (jnp/evn)