Kronologi Xpander AP4 Gagal Balapan Reli di Selandia Baru

fea, CNN Indonesia | Jumat, 23/08/2019 09:31 WIB
Kronologi Xpander AP4 Gagal Balapan Reli di Selandia Baru Mitsubishi Xpander AP4. (CNN Indonesia/Febri Ardani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rencana menjadikan Xpander sebagai MPV pertama di dunia yang mengikuti balapan reli internasional sambil mengibarkan bendera merah putih di negara orang saat Hari Kemerdekaan terpaksa mesti pupus. Xpander versi AP4 yang sudah berada di Selandia Baru tidak bisa tampil terkendala proses homologasi.

Xpander AP4 yang dibawa Xpander Rally Team dijadwalkan mengikuti NZRC Goldrush Rally of Coromandel pada 16 - 17 Agustus 2019 di Moewai Park Whitianga, Selandia Baru. Berbagai persiapan sebenarnya sudah dilakukan, termasuk mengirimkan dua unit Xpander untuk ditangani divisi performa Mitsubishi, Ralliart, di Selandia Baru agar bisa disesuaikan regulasi AP4.

AP4 merupakan kelas reli yang diciptakan pada 2015 atas usul induk olah raga otomotif di Selandia Baru (Motorsport New Zealand/MSNZ) dan Australia (Confederation of Australia Motorsport/CAMS). Tujuan kelas khusus kawasan Asia Pasifik dan Australia ini dibuat sebagai alternatif kelas R5 di World Rally Championship (WRC).


Hasil pekerjaan Ralliart sebenarnya sudah selesai 100 persen, namun sebelum diizinkan mencicipi trek reli di Selandia Baru ada satu persyaratan yang mesti dilewati Xpander AP4, yakni lulus homologasi oleh Federasi Otomotif Internasional (Fédération Internationale de l'Automobile/FIA).

Manager Xpander Rally Team Julian Johan menjelaskan pihak FIA terkejut pada pengajuan Xpander buat AP4. Menurut dia, FIA butuh waktu melakukan homologasi untuk Xpander karena belum pernah kejadian sebelumnya MPV dikoprek jadi mobil reli internasional.

"Kalau menurut mereka, mereka lebih banyak menganalisa sasis. Kan yang dihomologasi itu hampir semua jok, seat belt, semua ada sertifikasinya. Tapi kalau jok, seat belt itu kan pakai barang yang sama, yang berbeda itu hanya sasisnya karena belum pernah sama sekali sasis MPV dipakai untuk reli. Makanya mereka pengetesannya lebih intens ke situ penilaiannya," jelas Julian yang akrab dipanggil Jeje itu kepada CNNIndonesia.com, Kamis (22/8).

Pada umumnya homologasi mobil reli di laga internasional setidaknya butuh waktu sampai dua pekan. Sementara itu, proses menyeluruh pada Xpander disebut memakan waktu sampai sebulan.

"Makan waktu lama, sampai ketemu September. Akan butuh waktu proses kurang lebih sebulan," kata Jeje.

Jeje mengakui kendala waktu homologasi ini tidak diperhitungkan sebelum tim sampai di Selandia Baru sepekan sebelum balapan dimulai.

"Kami meleset perhitungannya itu, kami berharap pada waktu kami reli, 17 Agustus itu, homologasi sudah selesai. Tapi ternyata dari pihak FIA, karena ini mobil belum pernah mereka periksa, jadi ini lebih panjang," ungkap Jeje.

Kronologi Xpander AP4 Gagal Balapan Reli di Selandia BaruPebalap Xpander Rally Team Rifat Sungkar dan navigatornya, M Redwan, menggunakan Mitsubishi Evolution VI saat balapan reli di Selandia Baru. (Foto: Dok. Xpander Rally Team)

Sewa Mobil Reli

Xpander Rally Team yang diperkuat Rifat Sungkar dan navigator M. Redwan punya izin balapan, namun karena Xpander tidak bisa digunakan tim mesti mencari solusi biar bisa kembali ke Indonesia tanpa tangan hampa. Tim memutuskan menyewa mobil reli Mitsubishi Evolution VI agar bisa tetap ikut balapan.

Sewa mobil reli di Selandia Baru bukan hal yang terlalu sulit dilakukan. Jeje bilang komunitas reli di sana besar dan banyak.

"Kami pakai Mitsubishi, yang sayangnya enggak ada EVO X, adanya EVO VI. Ya udah agak lama sih tahun 1999, ya sudah enggak ada pilihan lain dan enggak mungkin pakai merek lain juga. Mas Rifat juga tahu dengan kayak begini enggak bisa berekspektasi sesuai awal, pokoknya kami finis," kata Jeje.

[Gambas:Instagram]

Masalah tim sebelum ikut balapan bukan cuma pakai mobil yang jauh kalah muda sama kompetitor, Jeje juga menyebut Rifat dan Redwan cuma punya sehari pengetesan sebelum balapan.

"Tapi ya okelah pada intinya yang lain beda belasan tahun umurnya. Tapi mas Rifat sih enjoy karena dia tahu, dia bukan kalah skill. Yang pusing kan kalau kalah skill. Tapi ini kan dadakan karena pakai mobil sewaan, belum menyatu, testing cuma dapat waktu sehari sebelum balapan. Dengan kondisi yang sudah emergency, ya kami maksimalkan saja," papar Jeje.

Berdasarkan keterangan resmi Xpander Rally Team, tim menempati peringkat keseluruhan 25 dari total 63 peserta.

Jeje menyebutkan sertifikat lulus homologasi Xpander AP4 pasti didapatkan pada akhir September. Dia mengatakan bila ada peluang Xpander AP4 mengikuti ajang reli 'kecil' di Selandia Baru sebelum unit dipulangkan pada Oktober, hal itu akan dilakukan.

CNNIndonesia.com sudah berusaha menghubungi pihak Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia terkait gagalnya Xpander tampil di laga reli internasional, meski begitu belum ada jawaban. (fea)