Komentar Netizen Malaysia Soal Ekspansi Gojek

CNN Indonesia | Selasa, 27/08/2019 20:39 WIB
Komentar Netizen Malaysia Soal Ekspansi Gojek Ilustrasi (Dok. Gojek)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ekspansi Gojek ke Malaysia mendapat respon dari warganet asal Malaysia. Suara netizen Malaysia terpecah dua, ada yang menyambut baik kedatangan Gojek.

Suara warganet yang terpecah ini sebagian besar terkait dengan keadilan kompetisi dengan aplikasi transportasi online lokal DegoRide. Pasalnya pemerintah Malaysia sempat melarang operasional Dego Ride pada 2017. 

Mereka yang setuju beranggapan Gojek sah-sah saja mengaspal di Malaysia. Menurut mereka baiknya pemerintah membuka regulasi agar transportasi lokal, Dego Ride, bisa berkompetisi dengan Gojek.




Sementara sebagian lain menganggap kehadiran Gojek akan membuka kesempatan kerja yang lebih banyak. Meski ada risiko kecelakaan yang lebih tinggi di balik kendaraan roda dua.



Meski demikian, banyak juga yang menolak kehadiran Gojek di Malaysia. Mereka yang tidak setuju utamanya karena mempertanyakan keberadaan aplikasi transportasi online lokal Dego Ride yang dilarang beroperasi oleh pemerintah Malaysia pada 2017.





Seorang netizen @khalidkarim menganggap pemerintah Malaysia bertindak tidak adil. Sebab, alih-alih mendukung layanan lokal, pemerintah malah mendukung aplikasi asing.



Warganet juga mengatakan Gojek dianggap tidak cocok dengan konsep jalan raya di Malaysia yang dikhususkan untuk kecepatan bukan untuk kendaraan yang lebih kecil. Banyak yang mengatakan Gojek bukanlah solusi transportasi di Malaysia.





Bahkan warganet juga mempertanyakan mengapa Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Syed Saddiq Syed Abdul Rahman begitu mempromosikan Gojek.




Rencana ekspansi Gojek ke Negeri Jiran awalnya mendapat reaksi keras setelah bos perusahaan Big Blue Taxi Services, Shamsubahrin Ismail menolak keberadaan Gojek. Padahal Gojek menyebut ekspansi bisnis mereka di Malaysia sudah mendapat restu dari Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.

Di Indonesia, masalah jadi runyam setelah video pernyataan bos perusahaan Big Blue Taxi Services, Shamsubahrin Ismail ramai dibicarakan netizen. Dalam video itu, Shamsubahrin dianggap merendahkan para mitra Gojek di Indonesia.

(jnp/eks)