Netizen Kecam Aksi Rasis Kasus Asrama Papua
CNN Indonesia
Selasa, 20 Agu 2019 16:10 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Aksi pengepungan terhadap asrama mahasiswa Papua di Surabaya pada Jumat (16/8) malam oleh ormas berujung ricuh. Aksi tersebut dipicu dari beredarnya foto bendera merah putih yang diduga dirusak di depan asrama melalui grup WhatsApp.
Menanggapi aksi rasis yang dilakukan ratusan massa yang meneriaki mahasiswa asal Papua dengan sebutan binatang memicu beragam respons dari netizen.
Pengguna Twitter menggaungkan tagar #KitaSemuaBersaudara untuk menekankan jika masyarakat Papua merupakan bagian dari bangsa Indonesia.
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
Sebagai bentuk solidaritas, pengguna Twitter juga menyerukan masyarakat untuk menghentikan aksi rasisme terhadap masyarat dari Bumi Cenderawasih.
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
Buntut dari aksi pengepungan terhadap mahasiswa Papua sempat membuat situasi di Jayapura dan Manokwari memanas pada Senin (19/8). Aksi demonstrasi sempat mewarnai kedua wilayah tersebut.
Pihak kepolisian mengklaim pada Selasa (20/8) kedua wilayah berangsur-angsur kondusif. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan di Jayapura, Papua misalnya masyarakat sudah bisa kembali beraktivitas seperti biasa.
[Gambas:Video CNN] (din/evn)
Menanggapi aksi rasis yang dilakukan ratusan massa yang meneriaki mahasiswa asal Papua dengan sebutan binatang memicu beragam respons dari netizen.
Pengguna Twitter menggaungkan tagar #KitaSemuaBersaudara untuk menekankan jika masyarakat Papua merupakan bagian dari bangsa Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
Sebagai bentuk solidaritas, pengguna Twitter juga menyerukan masyarakat untuk menghentikan aksi rasisme terhadap masyarat dari Bumi Cenderawasih.
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
Pihak kepolisian mengklaim pada Selasa (20/8) kedua wilayah berangsur-angsur kondusif. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan di Jayapura, Papua misalnya masyarakat sudah bisa kembali beraktivitas seperti biasa.
[Gambas:Video CNN] (din/evn)