Kabar itu disampaikan oleh salah satu sumber terpercaya Reuters yang bekerja di Amazon pada Rabu (28/8). Namun, dia tidak mengungkap lebih jauh soal jumlah investasi itu karena pembicaraan bersifat pribadi.
CNNIndonesia.com pun mencoba untuk mengkonfirmasi kepada pihak Gojek tetapi perusahaan menolak untuk memberikan komentar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Gojek Angkat Suara Soal 'Buat Orang Miskin' |
Sebelumnya pada awal tahun 2019, Amazon telah menaruh dana investasi di sebuah perusahaan pengiriman makanan online asal Inggris yakni Deliveroo karena bersaing dengan Uber Techonologies yang meluncurkan layanan Uber Eats.
Sementara Gojek baru-baru ini telah mendapat kucuran dana investasi dari Visa. Pendanaan Visa dilakukan untuk mendorong pembayaran digital di Asia Tenggara.
Sebelumnya, Gojek mengumumkan telah mendapat pendanaan dari Bank terbesar di Thailand, Thai Siam Commercial Bank. Raja Thailand tercatat sebagai salah satu pemegang saham terbesar di Bank ini.
Selanjutnya, Gojek juga mengumumkan mendapat pendanaan dari Mitsubishi Motor Corp, Mitsubishi Corp., dan Mitsubishi UFJ Lease & Finance Co. Namun, detil perjanjian investasi ini tidak diumumkan. Saat ini Gojek disebut memiliki valuasi US$10 miliar seperti dilansir CB Insight. (din/eks)