"Memang kita tahu dampak bahwa demo hari ini dan kemarin itu muncul beberapa di antaranya yang kemudian terprovokasi karena internet sudah lama hampir sepuluh hari diblokir. Itu yang kemudian mereka membakar beberapa kantor seluler yang ada di sana," kata Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu kepada CNNIndonesia.com, Jakarta, Kamis (29/8).
Dia mengatakan langkah pemblokiran internet yang masih dilakukan sampai hari ini diharapkan akan efektif untuk meredam sebaran hoaks atau informasi bohong soal Papua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, kementerian itu mengakui bahwa masih banyak ditemukan informasi palsu yang beredar terkait rusuh di Papua dan Papua Barat.
"Kita harapkan efektif ya, ini kan hitung-hitungan kita melihat situasi, memang secara sebaran [berita bohong] masih terus tinggi. Artinya kami harapkan teman-teman Papua tidak mengakses itu [hoaks], saat mereka mengakses dan terprovokasi kemudian marah," jelas Nando.
"Iya betul, kami dari awal tentu sudah berkoordinasi ya angka itu dari tim mereka [polisi]. Kalau dari kami sudah 290 ribu URL yang kita ajukan untuk diblokir," pungkas Nando.
Sebelumnya, Kantor Telkom Indonesia yang terletak di Jayapura, Papua dibakar oleh massa demo. Kerusuhan ini berimbas pada kantor layanan Telkomsel (GraPARI) Jayapura untuk sementara tidak beroperasi hingga waktu yang belum bisa ditentukan.
Buntut dari kerusuhan itu aktivitas masyarakat Jayapura lumpuh. Pertokoan dan perkantoran tutup sejak pukul 12.30 WIT, termasuk Mal Jayapura yang merupakan pusat perbelanjaan terbesar di Jayapura.
[Gambas:Video CNN] (din/asa)