Pindah Ibu Kota, APM Siap Tambah Dealer Mobil di Kaltim

CNN Indonesia | Jumat, 30/08/2019 15:28 WIB
Pindah Ibu Kota, APM Siap Tambah Dealer Mobil di Kaltim Peta Kalimantan Timur. (CNN Indonesia/Fajrian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Para Agen Pemegang Merek (APM) di Indonesia mengungkap salah satu strategi buat menanggapi pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur yang sudah diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada awal pekan ini. Strategi itu yakni menambah dealer untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan kendaraan roda empat.

Ibu kota Indonesia yang baru terletak di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Pembangunan disebut bakal dimulai tahun depan lantas pusat pemerintahan dikatakan paling lambat pindah dari Jakarta pada 2024.

Jokowi mengumumkan ibu kota Indonesia pindah ke lokasi yang persis di tengah peta Indonesia, terkenal dengan hutan tropis, tambang dan orangutan. Pusat pemerintahan bakal dipindah dari Jakarta yang sekarang berpolusi, macet, dan dianggap terlalu banyak menampung beban.


Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKS) menjelaskan pihaknya punya keyakinan perekonomian di kawasan ibu kota baru bakalan tumbuh. Head of Public Relation & CSR Department MMKSI Aditya Wardani mengatakan, berdasarkan hal itu dealer baru bakal dibangun.

Saat ini di Kalimantan Timur terdapat dealer Mitsubishi di Balikpapan dan Samarinda. Adit melanjutkan, sebelum ditetapkan sebagai ibu kota baru, penjualan mobil penumpang Mitsubishi di Kalimantan Timur cukup memuaskan.

"Tidak menutup kemungkinan akan bertambahnya jaringan dealer baru, karena dengan berkembangnya ekonomi, kependudukan, dan daya beli masyarakat di wilayah tersebut, maka kebutuhan akan kendaraan dan layanan juga akan bertambah," kata Aditya melalui pesan singkat, Jumat (30/8).

Serupa Mitsubishi, Toyota juga tengah memikirkan langkah menambah investasi dalam bentuk pendirian dealer baru di wilayah ibu kota baru. Direktur Pemasaran Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi menuturkan penambahan dealer bakal dipelajari lebih dahulu oleh internal.

Terkait jumlah dealer yang akan ditambah, Anton juga belum dapat memastikan hal itu.

"Penambahan dealer perlu kami pelajari," ucap Anton.

Saat ini Anton mengatakan Toyota sudah punya tujuh dealer di Kalimantan Timur. Tiga di antaranya ada di Balikpapan, satu dealer ada di Bontang, dua di Samarinda, satu di Kabupaten Kutai Timur, dan satu lagi di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Executive General Manager TAM Fransiscus Soerjopranoto menilai ada pertimbangan yang perlu diperhatikan perusahaan sebelum memutuskan menambah dealer. Dia mengatakan salah satu syarat terpenting yakni mesti terekam pertumbuhan permintaan kendaraan.

"Ekspansi jaringan Toyota didasari banyak faktor, salah satunya jumlah pasar atau sisi perawatan. Maka apabila rencana pemindahan ini sudah berjalan dan dibarengi dengan semakin besarnya kebutuhan pasar yang lebih besar di Kalimantan, tentu hal ini akan masuk ke dalam studi kami untuk menambah jaringan," ucap pria yang karib disapa Soerjo itu.

Menurut Soerjo, penjualan mobil Kalimantan Timur memberikan kontribusi sebesar dua persen kepada penjualan mobil nasional. Sementara buat Toyota, Kalimantan Timur menyumbangkan 5,4 persen.

Sedikit beda dari Mitsubishi dan Toyota, Suzuki Indomobil Sales (SIS) menyampaikan belum punya persiapan apa-apa, termasuk menentukan titik penambahan dealer di Kalimantan Timur. Walau begitu, Direktur Pemasaran SIS divisi roda empat Donny Saputra memastikan bakal menambah dealer untuk memenuhi permintaan kendaraan di Ibukota baru nanti.

Sementara itu, Direktur Marketing Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra mengatakan perusahaan masih memantau perkembangan setelah diputuskan Jakarta bukan lagi sebagai ibu kota.

"Pindah itu kan 2024 kalau tidak salah. Nah dari Daihatsu sekarang masih monitor, nanti baru kami plan lagi," ucap Amelia. (ryh/fea)