General Motors Pangkas Ratusan Karyawan di Thailand

fea, CNN Indonesia | Senin, 02/09/2019 09:10 WIB
General Motors Pangkas Ratusan Karyawan di Thailand Ilustrasi pabrik General Motors. (CNN Indonesia/Gentur Putro Jati)
Jakarta, CNN Indonesia -- General Motors (GM) dilaporkan telah memangkas sekitar 350 pekerja dari operasi di Thailand. Pemangkasan ini mengurangi lebih dari 15 persen pekerja GM di Thailand.

Akhir pekan lalu Reuters mengabarkan dari informasi Boonyeun Sookmai, koordinator untuk Labor Relation Group for Eastern Thailand, bahwa lebih dari 350 pekerja itu terdiri dari karyawan dan pekerja kontrak. Mereka disebut mendapat informasi pemangkasan pada pekan lalu.

Pihak GM mengakui telah melakukan pemangkasan. Meski begitu diklaim tidak ada perubahan pada bisnis di Thailand, produksi truk, SUV, dan mesin untuk Thailand dan dunia.


"Kami mengambil setiap langkah untuk mendukung pekerja yang perannya kena dampak," kata GM dalam pernyataan resmi.

GM punya dua pabrik di Thailand, yakni di Rayong, untuk perakitan dan pembuatan sistem gerak serta mesin. Pabrik perakitan yang sanggup menghasilkan 180 ribu unit per tahun memulai operasi pada 2000 kemudian pabrik kedua pada 2011.

Kedua pabrik itu memenuhi kebutuhan domestik Thailand dan juga ekspor. Menurut Bangkok Post, GM di Thailand memiliki sekitar 1.900 karyawan.

Thailand merupakan eksportir kendaraan roda empat Completely Built Up (CBU) tertinggi di kawasan Asia Tenggara, performanya di atas Indonesia.

GM juga pernah memiliki pabrik perakitan di Indonesia, tepatnya di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat. Meski begitu operasinya dihentikan pada 1 Juli 2015 karena produk satu-satunya yang dirakit lokal, Chevrolet Spin, tidak bisa mencapai skala ekonomi akibat mahalnya biaya produksi. (fea)