Koordinator pengelola BOS, Imam Muslimin mengatakan kepedulian terhadap hutan dan satwa bisa meningkat karena pusat pemerintahan semakin dekat dengan Kalimantan yang terkenal karena hutannya. Kalimantan bahkan didapuk sebagai paru-paru dunia kedua terbesar di bawah Amazon.
"Semoga pemerintah kita peduli dengan hutan dan satwa deh. Semakin banyak orang yang peduli juga dengan hutan dan satwa. Dengan pemindahan nantinya, mereka para pejabat dan DPR melihat langsung kondisi di sini yang masih hijau, bisa menjadi lebih peduli sendiri," kata Imam saat ditemui di Samboja Lestari, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Kamis (29/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BOS bahkan mengaku harus mencicil Hutan Kehje Sewen seluas 86 ribu hektare kepada pemerintah dengan harga RP16 triliun. Hutan ini akan digunakan sebagai lahan pelepasliaran orangutan.
"Rilis orangutan itu tergantung uangnya. Hutan Kehje Sewen saja kalau darat butuh 26 jam. Sementara kalau sewa Helikopter Puma Angkatan Udara Butuh Rp600 juta," kata Imam.
Ia mengatakan ke depannya, edukasi terkait orangutan bisa lebih diperdalam. Tak hanya sekadar soal pelajaran 'Biologi', tapi juga bisa membahas terkait peran orangutan terhadap reklamasi hutan dan peraturan satwa yang dilindungi.
"Dari satu sampai 10 orangutan di alam liar mereka bisa membantu menumbuhkan 50 jenis pohon buah dan 15 jenis pohon keras. Apa pun yang mereka makan,dari kotoran mereka bisa tumbuh pohon baru, karena itulah orangutan bisa mereklamasi hutan," ujarnya.
[Gambas:Video CNN] (jnp/evn)