Tips Tekno

Cara Amankan Akun Twitter Agar Tak Jadi Korban Peretasan

CNN Indonesia | Senin, 02/09/2019 15:27 WIB
Cara Amankan Akun Twitter Agar Tak Jadi Korban Peretasan Ilustrasi. (Foto: Alastair Pike / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Akun Twitter milik Jack Dorsey menjadi korban peretasan pada Sabtu (31/8) lalu. Akun pribadi milik CEO dan pendiri Twitter tersebut diretas sehingga mengeluarkan cuitan pesan bernada kasar.

Dorsey yang merupakan pemilik akun @jack tiba-tiba mencuitkan kata-kata rasis dan menyatakan keberadaan sebuah bom. Cuitan tersebut diunggah peretas pukul 8.00 malam waktu Inggris kemudian dihapus.

Peretasan akun media sosial dapat dilakukan dengan cara SIM Card Swap, yakni praktik yang dilakukan peretas dengan meyakinkan karyawan operator sesuler untuk mengganti nomor telepon ke perangkat miliknya. Hal tersebut diduga yang dialami oleh Dorsey.


Agar tak menjadi korban peretasan, berikut cara mengamankan akun Twitter dari tangan jahil peretas seperti dilansir CNN:

Aktifkan otentikasi dua arah (two-step authentication)

Otentikasi dua arah bisa menjadi solusi untuk mencegah aksi peretasan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Kendati tetap ada kemungkinan diretas, cara ini tetap menjadi andalan untuk mencegah aksi peretasan.

Pakai aplikasi Google Authenticator

Aplikasi ini akan menyediakan sejumlah kode yang muncul di ponsel yang terdaftar di akun media sosial. Cara ini terhitung sulit bagi peretas membobol satu akun lantaran pelaku butuh kode yang dikirim ke nomor ponsel yang terdaftar.

Beli token keamanan fisik

Token keamanan fisik merupakan perangkat berukuran kecil yang bisa menghasilkan kode keamanan. Token ini bisa diperoleh secara daring dengan harga mulai dari ratusan ribu rupiah.

Pakai Google voice

Google voice bisa dipakai untuk menggantikan kode otentikasi yang dikirim melalui SMS melalui perangkat mobile. Opsi ini bisa dipakai untuk menggantikan nomor pribadi yang kerap dipakai saat mengantifkan otentikasi dua langkah.

Kendati bukan solusi yang paling sempurna karena masih ada kemungkinan diretas, jurnalis keamanan siber Brian kerbs mengatakan cara ini lebih efektif menangkal peretasan. Hanya saja, sejauh ini Google voice belum tersedia di Indonesia lantaran baru bisa digunakan di Amerika Serikat.

[Gambas:Video CNN] (ndn/evn)