"FTC menjatuhkan denda sebesar US$200 juta atau setara dengan dua hingga tiga bulan dari pendapatan iklan YouTube," kata Direktur Eksekutif Koalisi Kampanye untuk Anak Bebas Komersial, Josh Golin.
Golin seperti dilaporkan Politico mengatakan denda yang harus dibayarkan YouTube tersebut berfungsi sebagai pencegah terhadap pelanggaran COPPA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
YouTube juga diketahui mengubah sejmlah kebijakan sebagai tanggapan atas permasalahan yang dituduhkan FTC terkait privasi anak. Misalnya, secara eksplisit melarang video kekerasan yang diduga menyasar anak-anak. FTC juga melarang YouTube menempatkan iklan yang menyasar video khusus anak-anak.
"Sekali lagi, FTC tampaknya telah membiarkan perusahaan yang kuat llolos dengan denda nominal karena melanggar privasi online pengguna. Kami berutang kepada anak-anak untuk bekerja keras pada perusahaan yang melanggar privasi anak-anak dan melanggar hukum federal," ujar Senator Ed Markey.
"Hukuman tidak lebih dari US$200 juta benar-benar gagal melindungi hak-hak anak. Itu tidak menghukum Google," terang Juru Bicara Public Citizen seperti mengutip The Verge.
Kekhawatiran itu muncul sebab pada bulan Juli ketika FTC menjatuhi denda US$5 miliar terhadap Facebook atas pelanggaran data pengguna yang lmelibatkan Cambridge Analytica. Namun banyak kritikus menilai denda tersebut tidak sebanding dengan keuntungan tahunan Facebook yang mencapai US$55 miliar.
[Gambas:Video CNN] (din/evn)