Platform berbagi video tersebut berencana melakukan perubahan mendasar dalam kebijakan tersebut.
"Kami telah menghapus konten berbahaya sejak YouTube dimulai, tetapi investasi kami dalam pekerjaan ini telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir," kata YouTube.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembaruan saat ini menghapus video yang menampilkan pandangan supremasi terhadap ras tertentu. Termasuk video yang menyangkal keberadaan "peristiwa kekerasan yang seperti Holocaust atau penembakan di Sandy Hook Elementary.
Dilansir dari CNBC, perusahaan yang dimiliki Alphabet tidak mengungkapkan berapa banyak jumlah video dari video berisi ujaran kebencian. YouTube mengatakan jumlah view mewakili tiga persen dari total view dalam periode yang sama.
Lihat juga:Langgar Privasi Anak, YouTube Didenda Rp28 T |
Pada Februari, YouTube menerima kritik dari pengiklan yang menolak platform tersebut menyusul laporan bahwa para pedofil menandai waktu ketelanjangan anak dalam kolom komentar .
Mengutip CNN, perusahaan juga berada di bawah tekanan untuk mempercepat penghapusan konten kekerasan. Pada Maret, perusahaan berjuang untuk menjaga salinan video dari penembakan massal dua masjid di Selandia Baru dari platformnya.
[Gambas:Video CNN] (jnp/evn)