Country business development head of Oyo Indonesia, Agus Hartono Wijaya mengatakan renovasi untuk 'mempercantik' hotel dilakukan karena pihaknya tengah berupaya menggaet lebih banyak konsumen.
"Kita investasi US$300 juta dan akan dipakai satu tahun kedepan. Obsesinya Oyo itu di properti, artinya kita mau mitra hotel kami punya properti yang bagus jadi pendanaannya lebih ke pembangunan dari hotelnya sendiri," ujar Agus kepada awak media di Hotel Alpine, Jakarta, Rabu (4/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal ini [investasi Oyo tahun lalu] membuktikan keseriusan kami dalam menggarap pasar Indonesia dan menciptakan ekosistem industri perhotelan yang kondusi melalui model bisnis full stack berbasis teknologi," jelasnya.
Agus menerangkan pihaknya sejauh ini telah menggandeng 1.200 pemilik hotel dan lebih dari 1.000 hotel di 100 kota di Indonesia dengan jumlah okupansi sebesar 75 persen hingga 80 persen.
Pendiri sekaligus CEO Oyo, Ritesh Agarwal menyatakan pihaknya kini tengah melakukan ekspansi ke kota-kota besar lain di Indonesia termasuk Yogyakarta, Bandung, dan Bali. Langkah ini dilakukan untuk menyaingi agresifitas AiryRooms, ZenRoom, dan RedDoorz.
"Indonesia adalah salah satu pilihan utama bagi wisatawan global dan India serta dengan pembelajaran dan keahlian pasar kami, kami siap untuk menggarap kesempatan ini," kata Agarwal di kesempatan yang sama.
[Gambas:Video CNN] (din/evn)