Menelusuri Asal Usul Esemka Bima yang Ditumpangi Jokowi

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Jumat, 06/09/2019 19:15 WIB
Menelusuri Asal Usul Esemka Bima yang Ditumpangi Jokowi Esemka Bima (kanan) diproduksi di Boyolali, Jawa Tengah. (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo sempat menumpangi Esemka Bima di sela-sela peresmian pabrik PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) yang berlokasi di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9). Jokowi disopiri Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat mencoba pikap yang menjadi model perdana Esemka.

Penampilan Esemka Bima cukup menyita perhatian. Sebab desain dan spesifikasinya banyak dikaitkan dengan pikap milik salah satu produsen otomotif asal China, Changan Star Truck. Bahkan tak sedikit yang menganggap Bima cuma rebadge dari merek mobil China.

Bima menyuguhkan gril 'kembar', lampu depan besar dan bumper trapesium. Sementara pikap Changan menampilkan desain berbeda.


Untuk pasar pikap dalam negeri, Bima memiliki dimensi panjang 4.560 mm, lebar 1.645 mm, dan tinggi 1.890 mm. Sementara baknya punya panjang 2.750 mm, lebar 1.600 mm, dan tingginya 460 mm.

Data jantung pacu pikap Bima yang CNNIndonesia.com terima yakni mesin kapasitas 1.243 cc DOHC dengan daya maksimum 96,5 tenaga kuda dan torsi 119 nm.

Sedangkan pikap Changan di negeri asalnya China punya panjang 4.660 mm, tinggi 1.890 mm, dan lebar 1.620 mm.

Jokowi disopiri Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat mencoba pikap Bima di pabrik Esemka, Boyolali, Jawa Tengah.Jokowi disopiri Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat mencoba pikap Bima di pabrik Esemka, Boyolali, Jawa Tengah. (Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

Ada kesamaan mesin kedua kendaraan komersial ini. Changan juga mengantongi mesin 1.243 cc yang semburan tenaganya sama persis yang digunakan Bima.

Presiden Direktur Solo Manufaktur Indonesia (SMK) Eddy Wirajaya yang dihubungi belum bisa merespons.

Saat ini diketahui SMK baru memiliki satu model produk massal yaitu pikap Bima dengan dua pilihan mesin, 1.200 cc dan 1.300 cc.

Selain Bima, berdasarkan data uji tipe Kementerian Perhubungan, Esemka juga punya pernah mendaftarkan model lain, yakni Niaga 1.000 cc, Digdaya 2.000 cc, Borneo 2.700 cc, dan Garuda 1.

Mobil-mobil tersebut diproduksi di fasilitas perakitan seluas 12.500 ribu meter persegi dan dibangun di atas lahan 115 ribu meter persegi yang berdiri di Desa Demangan, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

[Gambas:Video CNN] (ryh/mik)