Pemasok Komponen Lokal Mengaku Didekati Esemka

Febri Ardani, CNN Indonesia | Jumat, 13/09/2019 14:34 WIB
Pemasok Komponen Lokal Mengaku Didekati Esemka Casis merupakan bagian penting dalam pembuatan kendaraan. (Foto: CNN Indonesia/ Rayhand Purnama Karim)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perkumpulan Industri Kecil Menengah Komponen (Pikko) menyatakan ada 13 perusahaan anggotanya yang sedang menjajaki kerja sama dengan Solo Manufaktur Kreasi (SMK) sebagai pemasok komponen.

Penjajakan ini merupakan kelanjutan dari Letter of Intent yang sudah ditandatangani Pikko dan SMK pada 13 Agustus lalu.

"Pada saat launching Pak Presiden (Joko Widodo) di Boyolali kemarin, kami hadir dengan 12 perusahaan yang siap mendukung karena sebelumnya sudah disurvei oleh tim Esemka sendiri di pabrik-pabrik kami," ucap Ketua Umum Pikko Rosalina Faried di Jakarta, Rabu (11/9).


Rosalina menyampaikan satu tambahan anggota yang melakukan penjajakan baru dilaporkan pada pagi ini, hingga totalnya menjadi 13.

Dari 13 anggota itu disebut mewakili pemasok komponen metal, plastik, karet, interior. Pemasok tambahan ini disebut bakal menambah tingkat kandungan lokal produksi kendaraan Esemka yang diketahui pada pikap Bima baru mencapai 60 persen.

Saat ini diketahui ada 26 pemasok lokal untuk Bima dan semuanya bukan anggota Pikko. Pemasok itu di antaranya adalah PT INKA, PT Gajah Tunggal, dan Pertamina Lubricants.

Jokowi telah meresmikan pabrik produksi Esemka di Boyolali, Jawa Tengah, pada pekan lalu. Kapasitas produksi pabrik ini 12 ribu setahun yang berarti 1.000 unit per bulan.

Hingga saat ini SMK belum menyampaikan informasi terkait jadwal pemasaran Bima, harga jual, dan jaringan pemasaran.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyambut baik peresmian fasilitas perakitan PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) di Boyolali, Jawa Tengah pada pekan lalu di tengah ketatnya persaingan industri otomotif di dalam negeri. Peresmian sekaligus perkenalan pikap Bima.

Ketua I Gaikindo Jongkie D. Sugiarto mengatakan kehadiran Esemka menambah 'warna' peta industri otomotif nasional, dan produknya dapat menjadi pilihan baru bagi masyarakat Indonesia.

"Masyarakat bisa mendapat pilihan yang lebih banyak lagi," kata Jongkie. (fea/mik)