Corolla bukan barang baru di Indonesia, nama ini sudah ada sejak mengaspal pada 1971. Saat itu nama buat sedan medium ini hanya Corolla.
Di Jepang, Corolla sudah mulai dijual sejak 1966. Pengembangannya sudah melewati 12 generasi, ini merupakan salah satu bukti kesuksesan Corolla yang terus-terusan bisa beradaptasi dengan perubahan zaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Generasi kedua Corolla di Indonesia meluncur pada 1975, kemudian generasi berikutnya muncul pada 1980. Generasi ketiga hanya bertahan lima tahun, selanjutnya pada 1985 generasi keempat meluncur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Indonesia mobil ini punya beberapa julukan seperti Corbet, Corolla Betawi, Corvet, Corolla Veteran, hingga Corolla DX. Julukan tersebut tergantung generasi berapa Corolla di Indonesia.
Transformasi Corolla pun terus terjadi. Pada generasi kesembilan citra Toyota Corolla mulai bergeser dari sedan kompak keluarga menjadi sedan mewah elegan. Nama Corolla akhirnya digantikan dengan Corolla Altis.
Generasi Corolla Altis muncul pada 2001, ditawarkan dua varian non-VVTi (2001-2003) dan facelift VVTi (2004-2006) dengan perbedaan pada grill, velg, head unit dan tail-lights.
Kemudian pada rentang waktu 2007, 2014, dan tahun ini generasi baru Corolla Altis terus lahir.
Toyota Corolla Altis generasi ke-12. (CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP) |
Lihat juga:Toyota Siapkan Platform Mobil Listrik e-TNGA |
Penjualan Corolla di Indonesia sejak generasi pertama sampai saat ini jumlahnya mencapai 147 ribu unit.
Direktur Pemasaran Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi mengatakan meski Corolla terus bertransformasi sejak dahulu hingga sekarang, ada satu sisi yang tidak hilang dan terus dipertahankan.
"DNA Corolla sebagai sedan yang punya rasa nyaman (saat dikendarai atau menjadi penumpang), dan konsep elegan terus dipertahankan," ucap Anton di Jakarta, Kamis (12/9). (ryh/fea)
Toyota Corolla Altis generasi ke-12. (CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)