Water bombing
Seperti namanya, teknik ini memiliki cara kerja dengan menjatuhkan air pada titik panas di area lahan yang terbakar. Terdapat beberapa jenis helikopter yang digunakan. Misalnya heli MI-8 buatan Rusia yang digunakan oleh Satgas Udara Karhutla Palangkaraya ini mampu mengangkut satu kantung air dengan kapasitas 4000 liter hingga 5000 liter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berupaya menerapkan Teknologi Modifikasi (TMC) atau yang umum disebut hujan buatan. Sebenarnya, metode ini merupakan penggabungan teknologi manusia dengan fenomena alam.
Nantinya, garam akan membentuk titik-titik uap air. Hujan buatan sangat dipengaruhi oleh banyak dan sedikitnya awan yang berada di atas wilayah yang membutuhkan hujan.
Setelah muncul awan-awan kecil, penyemaian bubuk urea juga dilakukan beberapa saat setelah penyemaian garam. Fungsi urea adalah sebagai pendingin lingkungan sekitar yang dapat menggabungkan awan-awan kecil menjadi kelompok awan yang lebih besar.
Jika tidak ada awan potensial, kemudian dilakukan penghilangan lapisan inversi dengan menggunakan dry ice yang menjadi penghalang polutan terbang ke arah langit.
Pemadaman manual
Teknik ini merupakan yang paling umum dan tradisional yang dapat dilakukan untuk memadamkan titik api. Biasanya, para relawan maupun satuan gabungan dikerahkan untuk memadamkan dengan cara menyiramkan titik api dengan air yang disambungkan menggunakan selang.
Cara ini sebenarnya sangat berbahaya karena dapat mengancam keselamatan petugas dari bahaya asap dan api. (ndn/age)