TIPS TEKNO

Cara Mudah Tangkis SIM Swap

Tim, CNN Indonesia | Senin, 16/09/2019 15:27 WIB
Cek cara agar Anda tidak panik saat nomor ponsel yang terhubung dengan akun perbankan dan media sosial disalahgunakan oleh pelaku kejahatan. Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bayangkan ketika ponsel tiba-tiba tidak memiliki akses data karena kartu SIM tidak terbaca. Hal ini tentu akan membuat Anda panik ketika nomor tersebut terhubung dengan akun perbankan dan media sosial.

Ketika gejala tersebut terjadi, sebaiknya pengguna memblokir seluruh akun perbankan dan media sosial yang terhubung dengan nomor ponsel itu. Ada kemungkinan besar nomor ponsel Anda sedang menjadi sasaran aksi kejahatan SIM swap.

Pakar keamanan siber dari Vaksin.com, Alfons Tanujaya mengatakan SIM Swap terjadi dengan memanfaatkan celah dalam sistem dan prosedur dari operator seluler. Celah tersebut dimudahkan dengan mudahnya penjahat untuk mendapatkan informasi penting pemilik kartu SIM.


Tak jarang, orang-orang secara disengaja atau tidak menebarkan informasi-informasi pribadi yang krusial, misalnya nama lengkap, alamat, nomor ponsel, tempat & tanggal lahir, hingga nama ibu di media sosial.

Alfons mengatakan kejahatan bermodus SIM Swap bertujuan untuk menguras saldo rekening korban. Tak jarang, SIM Swap juga digunakan untuk mengambil alih akun media sosial.

"Jadi hanya bermodalkan KTP palsu dan rekayasa sosial kriminal berusaha mengambil alih kartu SIM korbannya. Tujuan utamanya biasanya finansial seperti ingin menguras dana korban di rekening," kata Alfons saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (16/9).

Oleh karena itu, Alfons memberikan beberapa saran untuk menangkis SIM Swap.

Pertama, sebaiknya pengguna tidak sembarangan menjadikan nomor ponsel sebagai penerima kode one time password (OTP).

"Jangan sembarang menjadikan nomor telepon sebagai penerima OTP, karena kalau diambil alih orang lain akan menyebabkan OTP bisa digunakan untuk menyetujui transaksi finansial," jelasnya.

Lebih lanjut, Alfons menjelaskan sebaiknya pengguna memantau aktivitas kartu SIM yang digunakan untuk menerima OTP.

Apabila ponsel tiba-tiba tidak dapat membaca kartu SIM, Alfons menyarankan agar pengguna langsung melapor kepada operator. Pelaporan dilakukan agar pengguna bisa langsung mengetahui mengapa ponsel tidak dapat membaca kartu SIM.

Dihubungi terpisah, Pakar Keamanan Siber dan Media Sosial Kun Arief menyarankan agar pengguna tidak meminjamkan ponsel ke siapa pun.

"Jangan pernah pinjamkan ponsel ke siapa pun atau meninggalkan ponsel jauh dari pandangan. Butuh waktu 15 sampai 20 menit untuk ambil data kartu SIM dengan menggunakan pembaca (reader) kartu SIM ," kata Kun.

[Gambas:Video CNN]

Lebih lanjut ia menyarankan pengguna tidak memindahkan kartu SIM ke ponsel yang tidak dimiliki pengguna. Pasalnya ada perangkat kecil untuk menyalin data di kartu SIM sehingga bisa dikloning.

Kun bahkan sering menemukan tempat servis ponsel yang melakukan kloning kartu SIM terhadap ponsel yang sedang diperbaiki. Oleh karena itu ia menyarankan agar pengguna tidak menjual ponsel yang sudah tidak dipakai lagi.

"Sering saya temukan adalah reparasi ponsel melakukan kloning dan forensik terhadap isi ponsel kita yang sedang diperbaiki atau ponsel  bekas yang kita miliki. Karena data-data teknis kartu SIM masih tetap melekat di ponsel tersebut," ucapnya. (jnp/evn)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK