Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusuf mengatakan perangkat ETLE mengandalkan sensor yang mampu mengidentifikasi kapasitas truk yang melebihi batas kemampuan.
"Kalau jembatan timbang itu kan manual, nah ini ada sensor juga," kata Yusuf di Jakarta, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Kecanggihan Tilang CCTV di Tol |
Menurut Yusuf keistimewaan perangkat ETLE yaitu memindai meski tidak 'bersentuhan' langsung dengan kendaraan melaui sensor. Jika truk kedapatan kelebihan muatan, maka sensor bakal bekerja untuk mengirim sinyal ke CCTV. CCTV lantas mengambil gambar truk itu sebagai bukti tilang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami koordinasi kerja sama baru penindakan," ujar Yusuf meyakini.
Sebelumnya Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum (Gakkum) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komusaris Besar M. Nasir mengatakan tilang CCTV tol akan diuji coba pada awal Oktober 2019.
CCTV di jalan tol juga dapat menilang pengendara dengan kecepatan melebihi aturan, serta kendaraan 'bodong'. Khusus kelebihan muatan sasaran tilang CCTV di tol hanya untuk truk. (ryh/mik)