Nissan dan Carlos Ghosn Setuju Bayar Denda Rp225 miliar

CNN Indonesia | Selasa, 24/09/2019 17:40 WIB
Nissan dan Carlos Ghosn Setuju Bayar Denda Rp225 miliar Logo Nissan. (REUTERS/Benoit Tessier)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nissan dan mantan CEO mereka, Carlos Ghosn, setuju membayar total US$16 juta (Rp225,1 miliar) buat menyelesaikan tuduhan dari regulator Amerika Serikat (AS), Securities and Exchange Commission (SEC), atas kesalahan pengumuman finansial terkait kompensasi Ghosn.

Nissan akan membayar US$15 juta (Rp211,1 miliar), sedangkan Ghosn setuju US$1 juta (Rp14 miliar) dan larangan menjadi pejabat atau direktur perusahaan publik AS selama 10 tahun. SEC menyatakan demikian dalam keterangan resminya seperti dikutip dari Automotive News, Senin (23/9).

Ghons ditangkap otoritas Jepang dan dipecat Nissan pada tahun lalu. Saat ini dia menunggu pengadilan di Tokyo atas tuduhan kesalahan finansial yang telah disangkalnya.



Carlos Ghosn, mantan CEO Nissan. (REUTERS/Regis Duvignau)
Selain Nissan dan Ghosn, mantan pejabat Nissan lainnya, Greg Kelly, setuju membayar US$100 ribu dan dilarang menjadi pejabat atau direktur perusahaan publik AS selama lima tahun.

Nissan, Ghosn, dan Kelly menyelesaikan tuduhan SEC tanpa mengakui atau menyangkal tuduhan.

SEC mengatakan Nissan dalam pembukuannya menghilangkan lebih dari US$140 juta yang seharusnya dibayarkan ke Ghosn untuk masa pensiun. Jumlah itu pada akhirnya tidak dibayarkan.

SEC juga menuduh Ghosn dalam gugatan yang diajukan di New York bahwa dia terlibat dalam skema menyembunyikan lebih dari US$90 juta kompensasi. Gugatan itu sedang diselesaikan sebagai bagian dari perjanjian yang diumumkan pada Senin.

Nissan mengonfirmasi telah menyelesaikan tuduhan dan mengatakan, "Berkomitmen kuat untuk terus menumbuhkan lebih lanjut tata kelola perusahaan yang kuat".

SEC menjelaskan mulai 2004 dewan direksi Nissan mendelegasikan kewenangan kepada Ghosn untuk menetapkan kompensasi direktur dan eksekutif termasuk miliknya sendiri.

SEC mengatakan Ghosn dan bawahannya, termasuk Kelly, merancang cara mengatur pembayaran kompensasi yang tidak diungkapkan itu setelah Ghosn pensiun, seperti menandatangani kontrak rahasia, mengolah surat-surat buat menjamin kepentingan Ghosn di Long Term Incentive Plan Nissan, dan mengganti kalkulasi tunjangan pensiun Ghosn agar ditambahkan lebih dari US$50 juta.

"Investor berhak mengetahui bagaimana, dan berapa banyak, perusahaan memberikan kompensasi buat para top eksekutif. Ghosn dan Kelly berusaha sangat keras untuk menyembunyikan informasi ini dari investor dan pasar," kata Direktur SEC Divisi Penegakan Hukum SEC. (fea)